[ Mini Kiebo ]
Server: Windows NT DESKTOP-5B8S0D4 6.2 build 9200 (Windows 8 Professional Edition) i586
Path:
D:
/
Backup
/
Data Shendy
/
Back up Shendy
/
Documents
/
[
Home
]
File: ujian pak dede.txt
1. RCA a. apa yang dimaksud dengan RCA ? RCA (Root Cause Analysis) adalah suatu proses yang digunakan untuk menentukan penyebab akar dari suatu masalah atau kegagalan. Tujuannya adalah untuk menemukan dan memahami faktor-faktor yang menyebabkan masalah tersebut, sehingga solusi yang tepat dapat ditemukan untuk memperbaikinya. b. apa manfaat RCA Mencegah kegagalan yang berulang: RCA membantu menemukan penyebab akar dari masalah, sehingga solusi yang tepat dapat ditemukan untuk memperbaikinya dan mencegah masalah yang sama terulang kembali. Menyediakan informasi untuk memperbaiki proses: RCA menyediakan informasi yang berguna tentang faktor-faktor yang menyebabkan masalah, yang dapat digunakan untuk memperbaiki proses dan sistem. Meningkatkan kualitas dan efisiensi: RCA membantu memperbaiki proses dan sistem, sehingga meningkatkan kualitas dan efisiensi operasi. Meningkatkan kepercayaan dan transparansi: RCA membantu memperlihatkan bahwa organisasi serius tentang memahami dan memperbaiki masalah, sehingga meningkatkan kepercayaan dan transparansi dengan stakeholders. Meningkatkan pemahaman dan keterampilan: RCA membantu meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam menganalisis dan memecahkan masalah, sehingga membantu meningkatkan kapasitas organisasi untuk mengatasi masalah di masa depan. Meningkatkan kinerja: RCA membantu memperbaiki proses dan sistem, sehingga meningkatkan kinerja organisasi secara keseluruhan. c. Sebutkan langkah2 dalam membuat RCA Definisi masalah: Menentukan dan mendefinisikan masalah yang sedang dihadapi. Kumpulan data: Mengumpulkan informasi dan data yang relevan untuk memahami masalah. Analisis data: Menganalisis data dan informasi untuk menentukan faktor-faktor yang menyebabkan masalah. Identifikasi penyebab akar: Menentukan penyebab akar dari masalah berdasarkan hasil analisis data. Rekomendasi solusi: Menyarankan solusi untuk memperbaiki masalah yang diidentifikasi. RCA penting karena membantu menemukan dan memahami penyebab akar dari masalah, sehingga solusi yang tepat dapat ditemukan untuk memperbaikinya. Ini membantu mencegah masalah yang sama terulang kembali dan memastikan bahwa proses dan sistem dapat berfungsi dengan baik. 2. FMEA a. apa yang dimaksud FMEA? FMEA (Failure Modes and Effects Analysis) adalah metode manajemen resiko yang digunakan untuk memprediksi dan mengidentifikasi potensi kegagalan dalam suatu proses, produk atau sistem b. manfaat FMEA Meningkatkan kualitas dan keandalan: FMEA membantu menentukan dan mengurangi potensi kegagalan dalam suatu sistem atau proses, sehingga meningkatkan kualitas dan keandalan produk dan sistem. Meningkatkan efisiensi: FMEA membantu memprioritaskan tindakan perbaikan yang perlu dilakukan, sehingga meningkatkan efisiensi dan mempercepat proses perbaikan. Meningkatkan keselamatan: FMEA membantu menentukan dan mengurangi risiko kegagalan yang mungkin membahayakan keselamatan, baik bagi pekerja maupun konsumen. Meningkatkan kinerja: FMEA membantu memastikan bahwa sistem dan proses berfungsi dengan baik dan memenuhi spesifikasi yang diharapkan, sehingga meningkatkan kinerja sistem dan proses. Mempermudah komunikasi dan kerjasama: FMEA membantu memfasilitasi komunikasi dan kerjasama antar tim, sehingga mempercepat proses perbaikan dan meningkatkan efisiensi. Meningkatkan kepercayaan konsumen: FMEA membantu memastikan bahwa produk dan sistem memenuhi standar kualitas dan keamanan, sehingga meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk dan sistem. Mendukung kebijakan dan regulasi: FMEA membantu memenuhi standar dan regulasi yang berlaku, seperti regulasi keselamatan dan lingkungan, sehingga membantu memenuhi kebijakan dan regulasi yang berlaku. c. Langkah2 membuat FMEA Identifikasi elemen sistem: Menentukan dan mengidentifikasi elemen-elemen sistem yang akan dianalisis. Identifikasi potensi kegagalan: Menentukan dan mengidentifikasi potensi kegagalan dari setiap elemen sistem. Analisis efek: Menentukan dan mengevaluasi efek dari setiap kegagalan yang mungkin terjadi. Penilaian risiko: Menentukan dan mengevaluasi tingkat risiko dari setiap kegagalan berdasarkan efek yang ditimbulkan. Rekomendasi tindakan: Menyarankan tindakan yang perlu diambil untuk mengurangi atau menghilangkan risiko kegagalan. 3. ICRA a. apa yang dimaksud ICRA dan PCRA ICRA adalah singkatan dari Impact and Criticality Analysis. Ini adalah suatu metode yang digunakan untuk menilai dan mengelola risiko yang terkait dengan suatu sistem atau proses. ICRA membantu menentukan tingkat dampak dan kritikalitas potensi kegagalan, dan memprioritaskan tindakan perbaikan yang perlu dilakukan. PCRA adalah singkatan dari Process Control Risk Assessment. Ini adalah suatu metode yang digunakan untuk menilai risiko yang terkait dengan suatu proses atau sistem tertentu. PCRA membantu menentukan potensi risiko kegagalan dan memprioritaskan tindakan perbaikan yang perlu dilakukan untuk meminimalkan risiko tersebut. b. manfaat Icra dan PCRA Meminimalkan risiko kegagalan: ICRA dan PCRA membantu menentukan potensi risiko kegagalan dan memprioritaskan tindakan perbaikan yang perlu dilakukan untuk meminimalkan risiko tersebut. Memastikan kualitas dan keamanan: ICRA dan PCRA membantu memastikan bahwa proses dan sistem memenuhi standar kualitas dan keamanan yang diharapkan. Memastikan kinerja yang baik: ICRA dan PCRA membantu memastikan bahwa proses dan sistem berfungsi dengan baik dan memenuhi spesifikasi yang diharapkan. Mempermudah identifikasi dan evaluasi risiko: ICRA dan PCRA membantu menentukan potensi sumber risiko dan menilai risiko yang terkait dengan masing-masing sumber risiko. Mempermudah perencanaan tindakan perbaikan: ICRA dan PCRA membantu menentukan tindakan perbaikan yang perlu dilakukan untuk meminimalkan risiko kegagalan dan memastikan keselamatan dan kinerja yang baik dari proses dan sistem. c. Langkah2 membuat ICRA dan PCRA ICRA Identifikasi Proses: Pertama-tama, identifikasi proses yang akan dianalisis dan tentukan tujuannya. Identifikasi Kriteria: Tentukan kriteria yang akan digunakan untuk menilai risiko, seperti kriteria keamanan, kinerja, dan kualitas. Identifikasi Sumber Risiko: Identifikasi sumber risiko potensial yang terkait dengan proses tersebut. Evaluasi Risiko: Evaluasi risiko untuk setiap sumber risiko dengan mempertimbangkan kriteria yang ditentukan sebelumnya. Penentuan Skor Risiko: Tentukan skor risiko untuk setiap sumber risiko berdasarkan evaluasi risiko. Priorisitas Tindakan Perbaikan: Prioritaskan tindakan perbaikan berdasarkan skor risiko dan tindakan yang dapat meminimalkan risiko kegagalan. Implementasi Tindakan Perbaikan: Implementasikan tindakan perbaikan yang sudah ditentukan dan evaluasi kembali risiko setelah tindakan perbaikan dilakukan. PCRA Identifikasi Proses: Pertama-tama, identifikasi proses yang akan dianalisis dan tentukan tujuannya. Identifikasi Kriteria: Tentukan kriteria yang akan digunakan untuk menilai risiko, seperti kriteria keamanan, kinerja, dan kualitas. Identifikasi Sumber Risiko: Identifikasi sumber risiko potensial yang terkait dengan proses tersebut. Evaluasi Risiko: Evaluasi risiko untuk setiap sumber risiko dengan mempertimbangkan kriteria yang ditentukan sebelumnya. Penentuan Skor Risiko: Tentukan skor risiko untuk setiap sumber risiko berdasarkan evaluasi risiko. Prioritas Tindakan Perbaikan: Prioritaskan tindakan perbaikan berdasarkan skor risiko dan tindakan yang dapat meminimalkan risiko kegagalan. Implementasi Kontrol Proses: Implementasikan kontrol proses untuk memastikan bahwa proses dan sistem berfungsi dengan baik dan memenuhi spesifikasi yang diharapkan. Evaluasi Kinerja Kontrol Proses: Evaluasi kinerja kontrol proses dan lakukan tindakan perbaikan A B B keselamatan pasien adalah suatu sistem yang membuat asuhan pasien lebih aman, meliputi asesmen resiko, identifikasi dan pengelolaan risiko pasien, pelaporan dan analisis insiden, kemampuan IKP kejadian yang berpotensi mengalami kejadian insiden