[ Mini Kiebo ]
Server: Windows NT DESKTOP-5B8S0D4 6.2 build 9200 (Windows 8 Professional Edition) i586
Path:
D:
/
Download
/
[
Home
]
File: audio1308947918.txt
Jadi aku ini, apa kan contoh indikator yang kan mengenai tugas yang tanggung jawab. Jadi apakah pimpinan memberikan tugas secara spesifik, delas dan terukur? Nah, dalam bentuk apa gitu? Dimintanya itu spesifik kayak gitu. Nah ini kan kalau misalnya aku liat dari teorinya itu kan contohnya kayak udah ada menyusun RPS. Sekarang terkait sama Tridharma berbulan tinggi apa. Terus pelan-pelan kuliah itu memberikan secara spesifik gak sih? Atau cuma gini ada bikin RPS gitu. Tapi RPSnya dalam mutuk apa yang detailnya tuh gak? Nggak. Atau memang mengejlasin nanti RPSnya seperti ini harus sesuai dengan standardnya gitu. Nah pengarahannya itu sampai ke gitu apa nggak gitu. Kayak gitu bahwa ini ya. Ya kan di kita itu ada masing-masing. Kan kita tuh ada sistem penjamil dan mutu internal ya deh. Nah di sistem penjamil dan mutu internal itu ada namanya. Apa namanya? System untuk masih masing-masing prodii. Apangin-masing. Monitoring ada masih masing-masing prodii. Jadi untuk waktu satu memastikan bahwa masih masing-masing prodii itu menggunakan standard tempat yang sudah kita berikan RPS. Kita punya sekandarnya bagaimana menggunakan RPS, RPS seperti apa bentuknya itu sama. Waktu satu waktu itu satu benar-nakademi memastikan semua prodii sudah ter sosialisasi. Nah kemudian ke prodii memastikan bahwa dosendos yang sudah menggunakan tempat itu. Itu korbinator mata kuliah ya. Dia sih korbinator mata kuliah oleh RPS itu udah memastikan kayak gitu. Korbinator tuh gasnya yang mengisi sesuai dengan tempat. Itu diperintakan pada itu sudah ada di aturan. Jadi itu regulasinya berjalan saja. Kapan wakunya selama tidak ada perubahan. Selama tidak ada perubahan tempat, selama tidak ada berjalan seperti itu. Sejualnya ada perubahan dari misalnya masukkan-masukan misalnya kok kita kreditasi lagi misalnya. Selama itu tidak ada perubahan itu rutinitas saja. Jadi memang rutinitas regulasi yang berjalan terhadap sistem penjamilan mutu internal. Kapan wakunya awal perkuliahan dan tengah dan akhir. Kita selalu ada yang namanya monitori di 3 waktu itu. Di awal perkuliahan memastikan bahwa RPS sudah dilaksanakan pertumahan dosendos yang sudah dilaksanakan. Contra fungmenya, petangahan memastikan bahwa sesuai dengan keren-keren akan demi. Kemudian dia akhir, dia valuasi bagaimana asylahnya. 3 kali kami. Saya penyakum monitori, waktu itu satu. Jadi kalau ada misalnya, kalau dosennya ya, ya prodinya yang melakukan lewat sekerja, sekerja prodinya. Sekerja prodinya yang serah teknik mengawak, koordinator, jenjangnya seperti itu. Kalau ada rencanak rencanak rencanaknya nggak bak? Ada rencanak rencanak kerja tahunan itu. Rencanak kerja tahunan yang kita susun itu berdasarkan capayan yang kita ingin capai belum-belok video ya. Mestinya, itu kan berdasarkan evaluasi kena-jah satu seluruhan. Tapi kita mungkin 50-50. Masih 50% lah berdasarkan dan 50% target capayan pada rencan. Jadi misalnya, rencan kita, kalau dia ada rencan serah, kita udah sesuai nih tahun sekarang memang kebohon-bentuk jadi universitas namun, bagian-bagian lain mungkin masih ada yang kurang gitu. Karena kan ketertinggalannya kemarin. Kita ada resa satu tahun yang jadi patokkan hasil dari apa yang mencapai. Dan marahnya satu dia ada indikator, kinerja utama, peregruan tinggi. Nah kalau ada lihat ya, udah itu implementasinya dijabarkan dengan kegiatan-kegiatan kita di kampusnya. Jadi kampusnya kita masih masih berawih. Itu tadi rencanak perjataan di. Selama memberikan tugas itu ada diawasin secara ketat atau memang ini harus susah sekian di laporkan gitu. Atau setiap monitoringnya itu bahwasin gitu. Misalnya ketan-kegiatan perjataan di tahunan atau bulanan kan. Atau bahwa monitoringnya itu dalam untuk rapat atau modelnya. Ya, itu bulan sekali rapim itu untuk yang kinerja, waktu itu ada kejadian mingguan. Jadi setiap minggu saya mengumpulkan. Ya mingguan itu yang pertama mingguan, tapi rapimnya setiap satu bulan. Rapim offline satu hari itu setiap bulan untuk menitoring saya. Setiap minggu ini kan setiap senin ya. Setiap senin itu maksudkan hasil kinerja satu bulan. Satu minggu ke depan ini mau apa isinya dan yang sudah dijalani dalam satu minggu ke belakang apa. Untuk koordinasi bulanan yang kita lakon setiap bulan. Tentunya itu kan dasarnya ke kineraka demi, kemudian ke broker, nanti kita rancangan-rancangan perjayaan. Kita jadikan harusnya sudah bulan apa nih? Dan perjayaan sudah kita ini kan apa yang tetap tertinggalan. Biasa dibahas di situ. Di rapim-rapatin pina. Rapatin pina satu bulan sekali koordinasi setiap minggu untuk target mingguan. Ada tim pengawas nama? Sebetulnya kalau pengawas untuk saya pribadi dari ayah sansi, ada kan yang pendamping LPM itu hubung fefa di samping saya, yang memakami mengawasi pengawasan nulakat, pengawasan dari ayah sansi. Cuma dia tidak disutup dimasukin sih, disutup yang jelas, mereka ya cuma ada eska dari ketua ayah sansi kan sebagai pengawas. Penamping LPM itu di situ sih. Pengawasan dari ayah sansi, tentunya itu kan ya, laporan kegiatan setiap tahun ya, kalau yang kita lihat, yang kita dibuat tahunan-maporan-maporan-pahunan persemester. Tapi ada ini nggak, kalau dari pendidikan sendiri, itu berarti di SPME ya. Pengawasannya model-pengawasannya. Jadi pengawasan itu kan, ya monitor yang itu kan pekerja, yang dimaksudnya itu audit ya, jadi kita kan ada selalu sejap tahun ada audit internal. Jadi kalau udah lulus nih, udah sebuah selesai perkuliah hagan, kita namanya audit untuk internal setiap tahun yang kita lakukan secara rutin. Biasanya di akhir disember atau di awal januari paling maksimal untuk melihat secara keseluruhan, ada ketemuan temukan mayor atau minor secara keseluruhan sistem ya, yang sudah di lapar monitoring itu, apa saja yang tidak dilakukan. Minor maupun mayor, itu kita membentuk tim adho, jadi mereka mereka yang sudah punya apa, punya nama-nya. Nativikat auditor itu di saya tugas kan, untuk mengaudit beseh dua hari ya, mengaudit misalnya prodig, di tiga terbidanan, ada dua orang yang bertigas, prodig-digat di audit semuanya seperti, kalau di audit, apabilitasi itu, dia lihat pokok menya, pelengkapan dokumen dan lain-lain. Itu kami rantepan rutin secara periodef setiap tahun untuk amin. Itu tuh akan kelihatan apa pedoma atau peraturan yang perlu dilengkapin, kenapa ada misalnya temuan-temuan, apakah temuan minor ya, misalnya kalau mayor sih, banyakasi minor kan mungkin ada aja, misalnya dosennya atau apa, jadi sih itu lah kan akan kelihatan di amin itu, karena kan berkas-perkas itu, kemudian cekan sama auditor. Iya, internaun ikari. Internaun ikari. Untuk ini, untuk apap pengambilan keputusan menggunakan intuisi dan pengalaman, biasanya apa sih yang berlaku kan? Kalau intuisi dan pengalaman, biasanya kasuk-kasuk konflik internal dengan masiswa aja sih, dan kalau apa ya, yang selampa ini sih ada, cuma apa ya, misalnya ini kita, dunu sih waktu COVID yang lebih banyak. Iya. Kalau misalnya sekarang lebih, kalau COVID-19, ada tawaran mengikut sertakan masiswa, misalnya PKM gitu ya, tapi kan ada resiko kan, kalau misalnya gimana ya, keluar kota gitu, akhirnya ya, resiko itu kita ambil intuisinya melihat dari pengalaman dosen yang mendampingi, misalnya terus masiswa juga kuat, kemudian belakang, esiku asional, yaudah kita kirim aja kita ambil. Lebih banyak sih pada saat COVID, kalau saat ini, gender room ya, karena peraturan pemerintahan sudah, jelas sekarang ada sistem online semua ini. Jadi semuanya udah indikatornya kalau ini datanya isinya ini, udah gitu, udah jarang sekali intuisi, dan udah jarang sekali intuisinya, udah jelas, jadi kalau dulu, lebih ke itu aja situasional aja, yang kalau kita punya resiko, kan mengirimkan, misalnya kemana gitu ya, biasa situasi yang kurang aman, kayak kemarin misalnya kita ke gempak, gitu kita ngirimkan, masiswa, misalnya ini ya, ya PKM PKM yang jauh, ada sih beberapa orang nih gitu, karena kenapa kayak intuisi, pake pengalaman, kayaknya gitu, kan, tapi kalau sekarang, nggak ya, jarang ya, maksudnya, jelas gitu, misok nih, field, apa, desa, apa namanya, field, masa ya, PKM field, dici anjur, itu kan kita, satu dosen, dan dua berapa masiswa, terlalu ada jelas, itu kamarnya udah jelas, kok kalian udah jelas, ada dua dosen, apa udah, udah ngatur begitu ya, kalau sudah lebih jelas, kita pake panak kegiatannya, jadi jarang sih, jarang, nggak terlalu banyak untuk menggunakan itu, semuanya ada jelas. Jadi kalau misalnya, semua keputusan, pasti ke berbasis aturan dan informasi ya, yang osifatnya formal, kan, ya, lebih ke aturan, terus bisa diukur, jadi udah mulai, tidak ada banyak konfik, kesalah persepsiannya, karena udah jelas, apa yang dikurangnya, dimana, kita akan adakan, kalau memang berwadap raturannya, kita buat raturannya, kalau sudah ada, tapi belum sempurna, berarti di rubah, sama SPMI juga gitu. Ada formal reformer yang ga sesuai, kita sesuai kan, lu kan, lu kan, lu baru, yang disesuaikan dengan, sistem yang baru, ini kan banyak nif, kan, ya, apa yang jelas aja udah, rubah ya. Jadi, itu juga berubah kan, jadi di, di, di apa di sesuai kan aja? Oh, kalau misalnya kayak peduman penilaian dosen, terus, apa lapor Evaluasi pengajaran, kayak gitu, indikator, kinerja dosen itu, ada nama? Ada, jadi, ikit itu kan, sudah dapat penampingan jadi agar Evaluasi, jadi, itu ada itu kerja dosen itu, apa saja yang diutkur, gitu. Sudah ada dibekade yang baru, juga sudah ada, jadi, kita tinggal nipetin aja. Apa, apa namanya, ketercapaian dia misal? dosen sudah melapan penelitian minima satu kali dalam satu tahun. Itu kan jelas ya. Kemudian pengajaran, berapa kali dia harus, kayak 10 SKS, terus penuhi untuk pengajaran, gitu. Ya kan, untuk pengabas pasinya satu kali, itu dah jelas. Belas banget dah, tinggal ada, mengikuti aja di apa, berbanding kerja dosen, kita tinggal ikutin di situ. Implementasinya, yang dosen dosen, yang tidak memenuhi di panggil, kemudian di atur supaya dia, memenuhi, supaya kan, sekarang sudah ada sistem, ya, jadi, sudah jelas, apa Evaluasi, sudah, sistem yang terintegrasi, itu dosen itu dah jelas. Dosen belum platihani, misalnya belum ada, dia kan harus platihan berapa kali, gitu. Kalau dia tidak ada pas serdos, si, terapa namanya, tidak di batasi waktu, ya, tapi kalau misalnya, ya ikut dos itu ada, batasan waktu, yang jelas, kalau dia tidak memenuhi, dia serdosnya ditahan. Jadi yang belum dapat serdos, mereka memang ada kelonggaran mengalaman salah waktu, tapi kalau serdos, itu ada batasan, dimana dia sudah harus upload, gitu. Jadi, ya, dia udah di sistem, sistemnya udah, dalam kapret. Penilaian, kinerjaya berarti berdasarkan, bikani apa? Ya. Kalau, ini yang, yang tugas seri darma ya, dosen, ya. Karena, ada dosen dengan tugas tambahan. Oke, ya, ya. Oke. Kalau, ada dosen tambahan gimana? Basta kan, itu lah, wakil petua satu. Ada jabat yang setural, yang dia, punya beban SKS, itu 3 SKS. Ya, dalam satu semester. Nah, itu yang kita buat internet aturannya, mengaju kepada aturan ya, ya, ya, san. Itu. Oh, berarti, kalau misalnya, ya dosen. Tidak ada ngelotong dahan. Ya, dosen. Kalau ada dosen dengan tugas tambahan, dia menjapat satu, satu jabatan di struktural, apakah dia secprodi, apakah dia kaprodi, apakah dia wakil petua satu. Kayak saya kan, juga saya, saya adalah dosen. Tapi, tugas tambahannya, adalah ketua. Itu yang, Evaluasi siapa? Banyak. Evaluasi kenaja saya terhadap iku PT, iku PT, dengan sistem yang sudah dibuat oleh itu. Nah, hasil kenaja kita itu ada di sistem yang kita laporkan untuk pemerintah. Yang tugas tambahan, ya, kalau yang beka dia kan keseluruhan, saya pun ikut melengkapin. Kalau beban kerja dosen, jadi fungsi saya dosen. Tapi, kalau serektural, itu, ada indikator ginerja utama dan indikator ginerja tambahan. Nah, itu, itu termasuk kerja saya sebagai tugas tambahan saya di luar dosen. Misalnya, menjalankan dia sama, gitu. Jadi, kalau misalnya dia fungsiional, dia beka dia, dan kalau misalnya dosen dengan tugas tambahan, berarti kan, iku PT ya, sama itu. Ya. Dapet juga, berarti, itu. Nah, sekarang, ya, dari sisi indikator, ini buat pembinaan ya. Miyasanya ini, apa yang, lakukan untuk menurunkan doang iniciatif dosen? Nggak apa, apa membolehkan, atau standartnya harus workshop, atau seminar, berapa, setiap dosen harus, terus, pasti dibanding, atau programment, tormenti, gitu. apa, kira-kira, kalau disana. Apa ya? Ya, kalau kita tahu, kan. Jangan, masanya itu kan, kalau belum telah sana, atau masalah, apa, kendala, tapi apa misalnya programnya? Di rencana program kita, itu ada yang namanya, kita itu kan pendampingan PKM. PKM hasiswa itu kan, dosen harus mampu mendampingin, maka ada mentorin dari, kita meminta al-2 diku, sebagai pasiritator untuk memberikan bintek pada dosen, dan mampu untuk membimbing program kreatif masiswa, karena itu harus bimbing, itu yang, kita lebih kepada banyak program pemerintalah. Kemudian, hiba penuhitian. Hiba penuhitian itu juga perlu ada bintek loh. Nah, dari Pusrin Novkan, sudah banyak, itu dapat hiba-hiba. Mereka yang sudah pernah dapat hiba-hiba, mereka akan jadikan apa yang, mentorin buat temen-temennya, buat temen dosen yang juga kita mau ajukan. Terus program-program hiba yang ada itu, karena ada peduman dan sebagainya, kita lakukan bintek. Jadi, sebatas itu, untuk kemampuan di luar-kemampuan Tridharma dosen, misalnya itu sampai saat ini, sih, seminat dan sebagainya, gitu ya, dosen, dikasih pengalaman. Kita memang banyak seminat ini terkenal juga tuh, yang memang masuk dalam apa, kurikulum. Dosen-dosen ini kasih kesempatan, misalnya, pepap pikir sekarang maka kita pasir ada pembicara dosen yang jadi, yang jadi pembicara selain pembicara dari luar. Apa, apa, prodi kebinaan, maupun prodi kepalatan. Mereka dikasih kesempatan untuk menjadi pembicaraan. Kalau dari eksistensi dia, ya, eksistensi dia sebagai dosen. Tapi, kalau misalnya dia kewajiban dia sebagai dosen, dan pengambangannya, ya itu tadi, di bintek peka em, kemudian, bintek, bintek, bahkan idean, sebaik dapat kesempatan, dapat hiba, kemudian. Oh, ya, kayak kemarin, nih, Phillet, apa namanya, yang kita kirim dosen, itu dosen dan maksif itu, untuk pengabian masyarakat, itu juga salah satu, supaya kita, untuk meningkatkan, kemampuan dosen, ya, dia terlibat dalam pegitang, kita pengabian masyarakat. Dia juga, salah satunya, kita mengirimkan dosen, perwakilan dosen. Smart Phillet, nah, peringat. Smart Phillet, namanya, programnya L-2 dikri. LPI, LPI, ngeri-ngeri nggak? Iya, ya, kirim-ngeri. Satikan, ya, yang kemarin, ya, ini jalan juryah. Baik kebaru baru, baru, bahkan, satu dosen, kita kasih ke tempat, kan? Untuk ini, apa, dari... banyak yang, banyak yang, dari bahkan... Nah, dari bahkan diri, makhidintifikasi, gak sih, kekuatan atau kelemahan tim, kan? Pasti. Pasti, dengan cara, apa, dengan cara. Jadi gini, kan, kita, kalau saya, kalau sekarang, macam mana nih? Selamat malam, ini kan, selalu mereka, mereka sudah jelas ni siapa, atasan siapa bahwa handong. Jadi, ketika ada, ada kina jayang belum, saya tidak mengelawati waktu, maka, akan dilihat tu, dia valuasi, itu sama atasannya, ini atasannya nggak mengerti, atau memang bahwa, hanya yang tidak mampu untuk nerima tugas. Caranya, gimana caranya, makhiddua memanggil dulu, kalau lu hakat dua tu, ditanya dulu, kepada yang paling bahwa, masalahnya dimana, kemudian nanti berjanjang ya, jadi bahwa, sampai ke atas. Kalau itu bisa disensakan di waktunya, maka tidak ke sayas sekarang. Tapi, kalau tidak ada, maka makhiddua, akan berliskusi dengan saya, kembali ke aturan, dilihat, kekuatannya dimana, apa-mana dimana? Kalau perlu memang ada dipindahkan, ya dipindahin, di kempati yang lebih cocok, under right, manate right place, kalau sudah dipindahkan, dia tidak maka diusulkan kayak yasan untuk di istirahatkan, atau di gimana kan, gitu. Tuh, itu ada eva luasi, penilaiannya. Ada, tapi memang, kita kan ada, maksudnya, ya ada, formatnya ada, kita ada, formatnya. Tapi jenjang begitu, jadi kalau misalnya, dia bilang, misalnya ada pekerjaan di satu unit itu, tidak benar, yang saya panggil adalah, eh, yang wakiddua panggil, adalah atas senya dulu. misalnya saya kata, sec pro di ini, wah, ini kenapa nih, maka yang dia, sec pro di panggil dulu, masalahnya dimana, apakah kakak pro di ini memberikan perintah kurang jelas, kan, gitu. Nanti, wakidnya ditanya di aturan mana yang dia belum, atau kakak, belum tertolis sosialisasi, ini dengan baik, masalah job this, job this, kan, wakiddua ya, yang memberikan, tapi, itu, mau pengen kejahannya, sec pro di kan, mau netorin kan, ke pro di tetap, harus kolaborasi. Terus ini di mana, masalahnya di mana lagi, kan ditemukan sih biasanya? wakiddua membahan darh kekuatannya. Kalau ya, itu lebih negali, negali-negalinya dengan wawancara ya, atau dengan kusioneer, wawancara ya? Wawancara. Wawancara mendalam ya, biasanya begitu lah. Karena kalau menang atas di wangara, ya, ngapuran dulu kan, pasti ada temuan ya, misalnya, jadwal, misalnya, ada sekali sekali, seringnya siapa ya? Seringnya itu di siapin waktu ya, datang misalnya, masih soal butuh ini, ternyata sec pro di yang belum datang, gitu kan ya? Contoh kecil, contoh itu aja. Kenapa? Ternyata ada tugas, misalnya dia harus melakukan terakhir program di A gitu. Naka akhirnya sekarang, setiap yang pulang cepat, atau dia pulang datang terlambat, harus pengisi buku, buku keluar, atas asesia atasannya. Misalnya itu ya, salah satu solusinya, seapa, supaya kita bisa mengontro, siapa saja yang datang terlambat, dengan alasan apa, atau tidak ada alasan, itu bisa di kontos setiap bulan kita itu. Siapa yang paling banyak terlambat, kalau memang itu mulut bihih, belatas tolerasi aturnya di yang yaitan bikin, ya, segera, segera dulu. Di kayaknya ada bulan dirimu dengerin ya. Di kayak bunuh dengerin sama aja, di kayak aku ini di, kalau luas ini pun dah. Maksudnya pun dah. Ini pun dia kedalian. Tengok. Tapi dia cepatkan biar itu, biar semusanya, gitu. Ya, kenapa, kan mudah dah tau, semuanya. Nah, ya, caranya berperan sebagai mentor, bagaimana? Mentor. Tergantung, saya dari teknis sampai ke, kebijakan saya, misalnya, contoh untuk, kita membuat, apa yang mementornya, lebih ke, lebih ke pendampingan, sampai dengan selesai, sampai dia bisa. Tapi saya bisa lepas. Pendantung, misalnya ada contoh. Contohnya adalah, pembinaan karyauan. Ada satu karyauan misalnya, yang dia harus, harus merubah cara, cara, saat dia bekerja dan cara dia berinteraksi dengan atas alam misalnya. Maka dia harus dipanggil, kamu diaan, saya mementorin, untuk cara, bicara dengan orang tersebut. Saya akan memberikan gambaran pada dia, tentang ciri-ciri, misalnya, ah itu, kebiasanya apa? Apa yang akan ibucapai pertemuan dengan si A? Saya akan begitu, jadi setiap pertemuan kawaket dua dengan karyauan, itu saya rancang dulu. Saya diskusikan dulu. Jadi sebelum dia ketemu dengan orang yang akan dia bina, maka saya akan menggali dulu, sampai saya mastickan bahwa, apa yang mau disantampakan dan gue yang berikapai itu tepat, itu dia, dan tahu, ibu mau mengambil dosensi A? Ya, soalnya ini punya masalahnya apa, ini, ini, ini, ini. Terus gols yang mau dicapai itu, dia berubah untuk apa, berubah sepai ini, maka. Coba, ibu orang melakukan apa, dapalahkan ini. Kalau menurut saya, itu terang tepat, saya akan ajaring dia, yang kedua, pernah terjadinya ada yang dia merasa, apa namanya ibu-nya, ibu-nya itu merasa, ija-sanya kan sebenarnya anaknya ini nggak mau tinggal sama ibu-nya. Tengoknya ada makanan eksternalah, bermasalah mereka berdua, bermasalah itu, sampai buat pengacara, yang biaya ini, apa-apa tanya ibu-nya, tapi bapanya yang mau ambil ija-sanya, gitu-gitu. Berkari begitu, ya kan? Di kampur ibu-nya. Jadi kita, ada yang jadi penangas ya, apa coba? Lakin dua dan ketua, disudah kan? Di situ, saya langsung tomukan dulu sebelum mereka kesana, saya arahkan terlihat chronologisnya, gimana, kemudian, nanti sama pengacara, ngomongnya seperti apa, gols yang mau dicapai apa, maka di caranya seperti ini. Untuk, jadi saya membantu mereka untuk mengurai permasalahan, dan membantu mereka untuk, apa, memujutkan gols yang ingin dicapai, jadi biar nggak kedisrek, mana-mana, itu, mau dengan siapapur. Nah, untuk sekarang ini udah mulai berkurang ya, karena mereka ada tau polanya, tapi kalau yang ke external, itu pasti saya. Ke external itu pasti waktunya satu waktunya dulu ya, saya selalu mendampingi sampai dengan selesai, kalau misalnya itu masalahnya external. Itu, mendampingan saya, kalau misalnya itu masalahnya external, itu sampai dengan tuntas, kalau internal biasanya, mereka sudah mampu untuk mengasai, jadi tinggal di laporkan saya, ya. Tidak ada, ada, ada. Itu, berarti, berarti memang, coba main bangun, setiap ada kenal lagi itu, itu mencoba berdiskusi, berbagi hidi, gitu ya, apa ya. yang sebatnya, kalau ada kenal, kalau misalnya, untuk, apa, pendampingan dia, bisa lebih baik, itu mendampingan, di mentornya. Iya. Dia mendampingin. Kalau misalnya dia sampai bisa, sampai saya bisa. Sampai saya bisa, apa. Apa. Biasanya, dalam menganaris ada data dan informasi yang innovative, apa yang bentuknya. Kalau apa, kalau data innovative, banyak itu ya, kalau yang innovative, sih sebenernya sekarang sistem itu, apa, innovative kita tuh ke pendelitian dan pengabian masyarakat ya, sekarang, apa namanya fokusnya. Karena, pendelitian itu, innovasinya, apa mana makanya sekarang kita, pendelitiannya itu meningkat di dunia itu, apa yang sudah ada, terus indipaturnya di tingkatin, variable apa nih, yang belum ada, yang belum diteliti, jadi, prody- prody itu sudah mengumpulkan makus reno seperti yang sama. Jadi jangan di dunia itu, itu lagi, di tingkat ada innovasinya atau ada kebaharuan dari pendelitian, yang diharapkan bisa dijadukan asil yang bisa dimanpalkan, jadi pengakmasinya. Pujungnya adalah bisa ke luarannya adalah, maksud dia dikatin buku, modul, atau apa-apa lah yang nantinya, nantinya gitu, akan mengberi itu. Innovasinya pasti ke sistem itu ya, membelajaran ya, innovasi pembelajaran lah. Terus bisa dari bahan-ajar, sekarang kan, alhamdulillah, kita dapat innovasinya lo, ibaah, ya kan? Jadi, memang bagus sih, lalu KPMnya di sana. Pau, apa ini ya, apa siapa ini? Bapak, ya, KPMnya. Ya, kita, ini banyak banget lagi, dapatnya. Ya, ikunya itu, iku kita 76%. Jadi, itu 76% itu, lima sebagian besar, itu ada di peneripian dan pengatmas. Karena kan, kita ternyidarmah paling banyak ya, dua itu ya. Jadi, nilai ya, 76. Gua kemarin, ada di pas kedua. Hei. Hei, hei, hei, hei, hei, hei, hei, hei, hei, kalau benci mak, ada ga? Benci mak dengan, ada standartnya bahas standart nasional untuk internasional ga? Kalau, peneripian ke internasional. Karena kita kan, untuk iku, untuk apanya, apa sih kemarin pastarisasi, itu bukan lagi peneripian nasional yang diitungur. Sinta udah ga masuk ya. Di pastarisasi itu skopus. Makanya sekarang kita merubah tu, apanya, rewardnya, tidak ada lagi. Kalau itu hanya di aturan kita langsung kita rubah, maka penetian di dananya, oleh hei, saya itu, yang sander skopus. Terus, pandinannya ya, tanya dikasih reward. Skopus, itu karena untuk pelaster dan skopus ya. Internasional, untuk penetian dan, untuk sistem pengajaran, kita brand smakingnya, lihat di itu aja sih, lihat di capaian aja, mana universitas negriya, yang, yang, ini ya bagus, penetiannya bagus, melapasnya bagus. Kalau metode pembelajaran inovatifnya sih, masih brandsnya, ya, sama kampus kampus, nasional aja. Soalnya, kemarin kan ada di divasilutasi sama eyepkin kan ya. Sisysem pembelajarannya itu ada eyep itu bagaimana membuat smart class room yang mempakai i. Nah itu kemarin kita udah diacara eyepkin kan. Nah itu paling, dia nanti, kita bukannya brand smaking, tapi kita mengikuti pertemuan- pertemuan ilmiya, yang isinya itu meningkatkan metode pembelajaran atau facilitas, facilitas carap pembelajaran, itu. Kemarin sih itu udah pakai smart class kan, pakai eye. Patikan itu mahal masih ada. Tapi, gak tahu, sekarang, kadang-kadang ada smart class room ya, jadi banyak banget tuh. Cuma, sikas itu, cuma satu yang terima itu, yang lainnya, eh, sekolah tinggi itu ada Tapi yang satu, bukan yang sikas itu, loh. Minyak. Minyak, yang nambah smart room kan universitas. Nah mungkin, nanti kali liat smart kayak apa? Mungkin, setelah ini kita dan cerah nambah smaking kali. Orang. Oh itu, mb, kayaknya gak ada info itu yang smart class itu, nggak smart class room itu? Aikin yang ada ini. Bukan, oh iya waktu itu, PIT, kan ikutkan pertemuan ilmiya tahunan, jadi ada bagaimana sistem pembelajaran dengan menggunakan I. I. I. I itu ada di smart class. I. I itu jadi, kayak kita, keuangan, tapi kayak duniannya atakan. Nah itu ada di PIT itu, tampilan ada orang jogi apa, teman-teman itu, udah nantuk masakit apa, gitu pekerja samanya. Untuk live-platnya. Nggak ikut pip kemarin. Aiti, EMP di pertemuan ilmiya tahunan, materi-matterinya salah satu-nya itu. Iya, itu apa? kan? Itu nanti koal ini. Bah, ini, mulaan jutnya. Dan mengulai ya? Nggak ada. Ada kan? Eh, yang kan apa nih? Oh, yang masih 4,000 lah, yang 15. Oke. Ada sesai. Sudah kan? belum, belum, belum. Dia lah di kampung di ada di Buddha di Bodhanya. Iya. Bah, dari sisi dukungan nih, bahwa itu memberikan tugas sesuai dengan kemampuan dan kokotensinya, apa nggak? Contohnya gimana? Saya biasanya mula wati, saya mula wati. Saya mula wati batas itu. Kalau, hanya... Mula wati wati wati. Iya. Ya, karena ketika dia tidak selalu, dia dibantu. Jadi, saya biasanya masih tugas. Saya, kalau dia sudah mampu mula wati, biasanya kerjanya beresu. Itu. Tapi ada pemerintahan nggak? Mesai ada dosen ini, dia minatnya di sini. Kalo udah ada di sini. Ada. Jadi, kemaren saya berintah ini, Pusrinos. Untuk membagi dosen dosen, kan dosen itu banyak ya. Ada yang memang dia suka-nya ngajar. Ada yang dia suka-nya penuhitian. Ada yang dia suka-nya pergi-pergi pengat-pengat itu suka. Ada lo deh. Kemaren itu sudah ke mulai di mapping gitu. Jadi dosen itu tidak harus dia tiga-tiga yang menonjol. Tapi itu baru langkah pertama ini. Apa kan nanti terlaksana I don't know karena kan udah mengolih versitas nanti kan? Nah itu baru itu kemarin dosen argarahin Pusrinos untuk membagi dosen dosen mana yang punya senangannya 5 lagi. Itu ada-ada. Kedepannya ada. Sekarang udah mulai. Contoh dari apa? Memberikan kesempatan berpendapat dan berpartis di pasiat. Biasanya di mana bahwa memberi-memberi kesempatan itu. Pada saat kita itu kita tungkan sekarang rapatnya berjanjang. Nah ada di mana rapat-rapat. Satu kali saya minta rapat semuanya. Sekali saja rapat. Tapi untuk sekarang udah jarang nih. Saya yasan. Ya udah terbuka aja. Dengan jarang mereka tidak setelah mereka tidak punya kata kutan. Saya menjamin dengan di jarang bahwa saya tidak. Walaupun kamu ngomong tidak nyaman, tidak enak apa-apa, ngomong aja gitu. Tapi harus denger yang santun. Saya kasih contoh. Ngomongnya gimana santun? Boleh kamu nolak? Tidak suka dengan kebijakan. Tapi dengan santun. Contohnya santun gimana? Gitu. Ya saya contohin. Pada saat tenganya yasan yang tak semua juga pampu deh ngomong. Tapi kalau misalnya pada rapat-rapat keisuda, rapat-rapat. Sipen maru itu kan hampir semua perwakili-terwakili kan bagian-bagiannya. Bahkan kadang-kadang ikut di awal rapat itu itu semua, ikut semua event- event itu. Karena rutinitas sekarang sudah mulai, jatuh lalu. Durup marik-marik sih Karena sekarang sering banyak ketemu. Jadi mereka saya memenguatkan mereka untuk setelah mereka ngomong itu melakukan di apa-apain. Tapi bicaranya harus ada aturannya gitu dari gesture tubunya juga harus benar. Dari kata-katanya harus benar. Sampai sekarang sih belum banyak yang mampu untuk Tapi mereka sudah berani berpindah-pindah-pindah-pindah-pindah-pindah-pindah-pindah-pindah gitu ya. Seterbukaan. Terus mereka terbuka untuk ngomong penguatannya yang mereka ga apa-apa itu. Ketika mereka tidak enak di ngomong nirapat, saya kan panggil saya lebih badi. Banyak yang ga gitu. Sampai obi supir awal-awal saya panggil. Nakannya sekarang konfig dengan saling-dengan sesama karyawan udah. Minim banget ga ada. Jadi kalau saya ada waktu 2 sudah manggil, ketika saya melihat waktu 2 belum mampu tepat sasaran maka saya ambil. Saya panggil lagi. Setelah sasaran saya tepat, waktu 2nya saya panggil lagi. Untuk tadi saya sudah mengambil manggil si A, si B, setelah ibu panggil. Tika saya lihat ibu, itu belum kenak sasarannya. Jadi, si A udah saya saratan begini. Ibu Jadi saya melengkapi apa yang waktu 2 tidak saya melakukan gitu. Jadi saya selalu liat setelah dipanggil sama karyawannya saya panggil lagi. Sudah di masukkan apa-apa. ternyata belum mengkap. Dulu ya. Sekarang saya sudah mulai berkurang. Ternyata belum mengkap. Makakan saya tambahkan. Saya pernah menggil secrodi sampai yang banyak misalnya masukkan dari budanya. Lalu waktu 2, ternyata belum itu ya. Saya perlu pelabina. Itu jadi ada kalau itu kan siapatnya tidak ada tertulis ya karena karakteristik misalnya jujur bisa kerjasama yang baik. Itu kan tulisannya begitu. Tapi bagaimana orang itu benar-benar kerjasama yang baik kan tidak tertuang ya. Betulnya Tapi poinnya ada kerjasama jujur gitu ya. Patuh ada tapi patuh itu kan. Jujur itu gimana kan simpatnya asrak ya. Memang bisa dikomunikan sikana aja. Itu udah kan? Tertanya. Si Lapan lagi. Asak terlalu aja. Bagaimana itu? Bagaimana itu? Bagaimana itu? Bagaimana itu? Iya, iya. Dan cara ambak menurung nih. Dosen-dosen untuk mempunyai kemampuan innovatif di mana. Tadi kan di rumah sendiri kan tadi dengan pelatihan itu kan. Sama ya. Iya, pelatihan pelatihan sih. Tapi reward ngerti-ngerti. Oke. Sari ya. Skopus 1-2-3 karena gini deh. Mengerjakan penghitian mau kita ikutan mau ngga terlibat. Itu tetap aja fokus untuk itu. Ada reward lah. Nah, periwat itu cuma reward ya. Kalau panisme, biasa dia akan panisme dari kaprodi dari kaprodi. Tapi ya belum perjalan idea. Ideal sih. Kalau saya lebih banyak di ali fungsi kan. Gak gitu-gitu lah. Misalnya memang dia ngga berbakat. Masanya dia ngga bisa berubah. Berarti dia ngga di situ. Teguran pasti lata-guran satu teguran dua. Tapi biasa itu dia teguran satu teguran dua. Nah, biasa itu dah teguran dua. Dia akan berubah. Nah, tadi pertanyaannya kan. Jadi reward itu yang skopus yang banget. Ya, reward itu pokoknya internasional. Internasional ya. Ya, internasional. Terindex skopus. Sekarang skopus masih banyak. Sekarang itu. Sekarang itu. Sekarang itu. Sekarang itu. Apalikasi penerapan bagaimana sebagai role model di mana? berusaha untuk tanggung jawab. Mengajarkan tugas sampai dengan selesai. Jadi, kalau misalnya sampai saat ini sih ada banyak kendalah ya. Kendalahnya sih sebenarnya teknis aja. Ada beberapa kendalah mengumpulin laporannya gak tepat waktu. Misalnya, ada dikumpulin gitu ya. Tapi koma-nya itu saya sadar gitu. Jadi, kalau saya di kerja itu selesai. itu aja sih. Jantau-nya gitu aja. Jantau-nya jantau-nya gitu aja, tanggung jawab seses kerja sama yang baik. Kemudian bekerja sampai selesai ya. Sampai untas. Apalagi ya. Bicara itu usahakan apa yang dibicarakan itu apalagi apa yang kita melakukan, gitu. Jangan hanya teori aja, Karena, karena karena kita gak sadar ya. Berusah lah. belum mampu, gak ngomong-ngomong aja dulu. Kau kayaknya saya belum mampu, dia melakukan ini. ucapkan itu, usahal aku kan dan berhasil diasanya. Kalau belum berhasil, ya saya gakkan ngomong-ngomong akan ngajarin begitu. Kan dulu waktu punya pengalaman jadi waket-dua, punya pengalaman di sepertaris yang bumbaran, misalnya contoh bikin apa, sebenarnya aku ditegur misalnya sama bumbar, terus diperbaiki, salah satu. Kau misalnya udah diperbaiki itu, kayak gitu tuh, ya saya udah melakukan dulu dan berhasil, gitu. Saya tularkan kalau belum, ya saya tuh busti. Karena sekarang udah ada target kena dia yang jelas ya, udah ada indikatornya gampang sih ya. Oh belum, misalnya ngerjain ini ini udah, udah jelas. Ini kenapa masalahnya, kebeda sama ya, kebeda sama belum bagus soalnya di indik diiku kita. Tapi, apa, pengajaran, pernikian pengapunian, baik itu, kesertakan, tetap melapsukannya. Ya. Pengapas pernah berapa kali di misalnya, kan itu diinkematkan kegiatan-kegiatan kurikung juga ya, pengapas. Jadi, masuk ini dosennya untuk pengapas, itu biar efeksi, efisian kan, itu, kalau misalnya penitian, ya pasti lakuk penitian, kan, kita punya bimbingan svipsi, kita arahin ke, klompok ini, kisem, saya dapat apa-apa nih Mars linkungnya, saya itu dari dari roadmapnya, kan, saya minta yang mana jemmen ya, maka, kan, masuk ke, kedalam, mana jemmen, penitian. Pembelom sempurna, sih, tapi paling ga, bingkanya udah jelas lah, bingkanya udah jelas, tinggal, punggah itu, ya. Setiap dosen ada roadmapnya, kan, ya, diap dosen, diap dosen punya kemana dia, di klompok sih, satu dosen, mungkin ada yang sama, itu ada, ada, sudah pada punya semua aranya kemana, siasib, tapi ya, mungkin, mungkin belum idea ya, ya, tapi sudah, kayak saya juga udah mulai itu kemana jemmen, jadi semua yang benar-benar jemmen, kayak saya, di bagi lah kok, dimikasai pasanya kemana jemmen, itu. Oke, ya, diberi mana ya, diberi mana ya, tapi petan, kan, ya, mendelegasikan, kan, contoh, pendelegasian tugas yang beberikan, apa aja, kira-kira. Kalau di sesuai dengan aran ketua-pengurus, ya, untuk belajasi tugas itu, hanya belajasi tugas routine. Kalau mengambil keputusan itu menyangkut stikas, ke bagaimana, itu sebesa mungkin dosa, kan, nunggu. Kalau memang waktu-nya, kalau memang waktu-nya mendesak, ya, harus telfon, gitu, harus, harus di long specer, harus di sini, gitu. Tapi secara mendelegasikan ini, dengan memang memberikan surat, surat-ugas, surat-ugas, ada kan, surat. Jadi saya bagi itu, waktu satu itu, akan tanggung jawabnya, apa? Setelah tiga, dirinci, apa yang aja, waktu satu, waktu dua, apa yang aja, gitu. Selama saya, itu ga, sama saya, sama saya pergi. Betih ada surat-ugasnya, ya, Pak. Ya, ada surat-ugasnya, à, med further, liternam saya, ya. Yo, ya, pas soko, bien media itu. Tapi saya t essay watched, spellilla Malaysia, misalnya, ya, itu kan dua niguinya, ada pada sari. Guest ada juga itu, dikasus untuk kegiatan kegiatan internal. Kalau external, hanya menghadir undangan dan undangan-undangan, aja. Tapi kalau untuk kepotusan secara external, itu seri bisa mungkin lebibat manual, gitu nil, sampai, atasan datang, kalau ketutusan yang yang hanya internal saja, misalnya, itu ada adaugarin su olhar resilientenya, ada waktu dua, waktu dua boleh apa, contoh, misalnya, pembiayaan, biaya untuk masih suar baru. Itu kan sudah ada tuh pagu aturan, ya kan. Kalau masih suar baru, semester ini masuknya, maka ini, ini, ini, dari ayah sahan. Kalau waktu dua, boleh langsung tembusannya kan saya. Tapi sudah ada itu. Dari CCF-valuasi atau umpan balik, biasanya pembantu Evaluasi dirinya, Evaluasi oleh masiswa, Poverloasi oleh sesama dosen, Evaluasi dirinya, biasanya. Kalau ada itu, kalau misalnya, kalau misalnya dosen, masiswa sudah ada, kan. Tisioner ya dom. Ya, selalu akhir pake lu yalan itu, dosennya selalu ada dikumpulkan, kan. Edom namanya. Tapi kalau antar kariawan, Pak Yangnya, si ada di waktu dua, ya. Cuma kayaknya belum terrekot deh, Pak. Pada itu ada lu. ada lankar langkah. Ada lankar langkah, ada lankar ada ngom see had a problemnya, lu. Itu thunder, thunder mixed and GNU. Ada setiapody, saya belum dia aku, saya ingen dokumentasi. Segurarnya, itu ada setiapaktual guysi ga ada di Edom ya, Heہу, 说, kalau nggak evoladia dia Menggelew ijhyah. 些, kosnya nggak yai ya. Aye, penilah ya, hasil, nggak ya. Kau dari ya sebelum ada. Kau dari kita kan, kalau doosentons, gampang ya, bitlihat BKD aja, gener janya doosent. BKD kan, kelihatan tuh, hasil kerja. hasilnya onde BKD, ada yang di upload. Kau doosent, serja doosent. Untuk gas tambahan, yang saya bilang, ketuk gas tambahan itu, selama ada dia mau berubah, ya, dia teruskan, dia pahwa si, setelah dia tidak bisa diginayakan, dia usulkan ke, ya yasan. Ba, dua lagi nih, penerapan professionalisme buat sebagai pimpinan, apa ya, professionalisme yang gimana ya, maksudnya, kalau saya, memastikan mau doosent, dapat merancang, pembelajaran di noh hati, atau membeniki kemampuan, menghasilkan, ya berkualitas, menjalankan etika profesi, tu ada kan, jujur, ini ada perasaan, obyetsis, gitu. Siapa dia martin? Hadi ilang lo aku lo. Hadi aku ilang lo. Hati-hati nya. Apa itu, ada nama lagi kenapa penyeloknya, masihau lo, dia apa jadi apa? Mysterial bahwabada ada doosent ni, ada doosent sinanya. Hariones berbebintahi, nanya buat walaikannya auxurga malid menguantiin. Apa etikir kan? Baiklah, ada doosentu. Apa kamu? Boleh dia berdaria, ada onisa dengan salah. Di Rubah lagi, coba harganya apa lama lagi sekarang ini ada di Pappa Ji. La그램 teringatnyanya kenapa dia esannya Runah lagi hal-hel, instagram A�� transforming Apak berubah lagi haganya? 哪anya? seikan... Alexa? Pe employment. Kenapa? Bukannya tana, hibah, kibah, kenapa? Bahkan kemarin kita udah dipanggilkan, udah mumpul, dari harganya tuh, pahar ga pertama, garepron 20 juta, oke, kita masing 20 juta. Sekarang jadi 25 juta pun, kita udah pula kedua, et tadi berubah lagi 22 juta lima ratu. Kenapa? Kenapa? Kan kita dapet hibe, bahaya puna belum tahu ya? Iya, ibaian 200, melihat itu kan? Iya, 200, melihat. Kenapa? Melihat, melihat. Oh, gue melihat. Kamu udah tau nih, melihat, mana ada tu ngiri, lu kan bisa nana tuh dapet 200, melihat itu, lu melihat, kan ada tu ngabukannya. Ini ya bersilatang. Lebai, bunda, melihat. Lepai, gue belak. Eh, itu, apa? Tanya, tadi itu kan saya nyerponofi, katanya dia lagi monep kebandung gitu kan? Itu monep itu pun, pergeruan tinggi. Iya, bahan, kebandung apain? Monep kebandung. Kan, jadi apapitas itu, ada yang dalam pendampingan, dalam pendampingan, universitas itu, ada namanya monep pun, ada kegiatan monep. Monep itu jadualnya dikeluarin dari ditti. Kenapa? Karena kita ada peper. Kalau kenapa yang memang mereka yang punya kuajiban monep sama kita dong, kan, kan, lu kenapa, kan, kok kenapa di bandung, benda, kan, kamu, yang mereka, mereka yang mempatin, yang dapat lelai yang mempat, ya, ya, sana abadi nusantara 2012, hari semah, blah, blah, blah, ada juga orang Jakarta, satu ada, ada tujuan itu, siang penempatannya di sana. Di tempatin di sana, dari jadualnya, dari jadualnya mereka, natterそken apa tadi 3, tanya, tu前eback ini. Kenapa? Kenapa yang kita cachet berapa viu, tanya bakal pake 21 seghaskar itu, kan? Pake 24 seghas, tanya ? Kamu dari기ипnya, dia pake 24 seghaskar. Apa saOK? Beraythurて peguannya mismo di syat. tha, eigenlijk, tanya itu quota pas nulang monep-nya. Digakkan ketua kegiatannya, dia main-mainnya. Tapi kan kamu resen juga, kan kamu ga mau dikluarin dari resen, kan? Iya, tapi aku mau dikasih tugas, itu interosinya sudah jagarkan, udah ngehan. Yang tergantung, tergantung. Tergantung. Gak ada. Gak ada. Maksudnya ada. Ini mungkin di universitas, kamu ga tergantung. Impromokator, jadi ya lagi, promokator ini. Gak lihat. Bunda. Itu kegiatan monep itu lebih banyak ke aspek hukum, aspek uangan. Yang kan? Aspek rodi itu sudah diisi, aspek rodi ga sekarang deh. Itu kayaknya, monep itu kemaren, waktu itu ke sosialisasi itu lebih banyak ke penang-penangjoban anggaran, yang 199 juta ya, kemarennya. Dan dengan itu. Itu kegiatan yang, kemaren sudah kita ada itu, ya, dilengkapi berkas-perkasnya ini monep pertama. Dan penampingan ya, kemarin kalau saya itu, kan? Penampingan itu kan ada tiga itu, hukum, okewangan sama umum, ya kan? Saya itu. Sama. Sama. Sama brodi. Patnya. Menanti itu makan. Cuman kemarin itu kan? Saya ada di wilayat-igia, gitu apakah, yang dapat dipahit, itu ada di wilayat-igia, di wilayat-igia, untuk monepnya penampingannya. Bukan penampingannya itu hanya monep, jadi itu hanya tempat, bukan karena dia tapi di wilayat-igia, bukan. Tempatnya di wilayat-igia, di wilayat-igia, di wilayat-igia, di wilayat-igia, di wilayat-igia, kan? Saya bukan karena, karena saya ada nama ini, tapi karena tempat, tempat mencari dimana. Bo, ya, jadi gini, itu yang membagi di kisendiri, yang wilayat-igia, empat termasuk kita, sama yang di Jakarta itu, kayaknya, kalau Jakarta juga, wimai itu di sana juga, di lokasi, wilayat-igia, wilayat-igia, wilayat-igia, empat, pengomones peti, emang kita, emang kita, jalan-jalan, jalan-jalan, jalan-jalan, jalan-jalan, jalan-jalan, kalau kita pasu jadi wilayat-igia, karena dia juga nggak, nggak validasi itu, untuk mau nek pelasaran wilayat, ini adalah jadual penempatannya, hari ini tak mas kekian, wilayat-igia, petempat, di tiba-tiba yang mempat, ini-ini-ini-ini-ini, ada berapa atau ada, lapan universitas, kalau nggak salah, pasin bilannya, ya, nanti biar bukan, di truk itu. Terusnya tanya, ini kenapa wilayat-igia, empat kita, kenapa wilayat-igia, itu tempatnya saja, tempat lokasi-nya, untuk pelasaran Evans. Ya, memang lokasi-nya, alumin Terasa essinta, tapi memang, semuanyi! Kenapa itu? Sekarang menoperasal, bukan kita, itu ngesi-ngesi, semuanyi kepada pot�תnya. Kenapa tahu, sekarang yang potensi, kamu offend profesional. Kan kita memotongvi Dan? Memotong wallakan, kites minutos, tapi semua ini, semua ini, di mana? Buna yang wadolia. Ya, gitu, jadi penempatan di sana, bukan karena kita jadi kindah wilayam 4. Apa namanya? Berarti memang monepnya, karena sepatnya di wilayam 4. Berarti di monepnya, di wilayam 4, itu ya. Ya, ya, begitu semuanyi. Ya, tersebut dari apa, punya entenya itu tempatnya, tepatnya aja. Bukar, itu tempat untuk monep, apakah itu tempat, tempat kelasanan monep, apakah ptps, itu ya? Nah ya, ya kan kita, kita bisa menganalisa silia, kamu kan monep di, kenapa yang gue ya di monep di wilayam 4, gitu kan? Beda mudah sih itu menggayar, ya sih menggayar, gak berpikir-pikir itu mudah-pikir tetapi leti. Ya, atau ya udah tanya, ingayanya, gue yuk, mudah banyak, banyak lagi deh, sama buruh mariati kalau lebih pastinya, ada kepikiran begitu juga si pun, tapi kemarin, kembingan-kembingan-kembingan-kembingan itu mudah. Tapi, enggak lah, memang ini dapat bocaran apa, masa perangkan itu. Kamu enggak berjalan apa-apa, gue nanya, tadi pagi itu, kan itu gak ada yang berberita tuh, kalau mau monep di bandung, ya kan, gak nyala sama si, no, no fitap, kamu kemarin dari bandung-bandung, lampai, no. Kau belain gitu kan. Nggak sih pun, saya mau apa, gitu ya, karena saya nelapun apa, gitu kan. Terus nanya. Terus atanya, dia nanya, kau ingin untuk kemarin siapa sih pun, gitu. Terakhin dari kemarin, kamu tak bilangin, adalah bahawa orang aja, yang udah ini, bahawa orang, ini aja gak, kau pun udah sama orang, ternyata dari orangnya, sampai sekarahan belum terlartu, dia mau nanya ke bari, jadi dia jangan bari-bari, wadga, auralan, nanti kan harus ada surat juga, gitu loh, maksudnya, gitu, nah terus ya, bener-bener. bentar belum, kan, saya kita nih, hagi mau monep, mana di bandung, kita lagi di jalan, nulai ngapain, gak mau manet kebandung-bandung, kan, kenapa begitu? Nggak, kenapa, japan, gue belum nampain juga, ya, pun udah, cuma monep, aja gak apa-apa juga sih, mau monep, mau pendampingan, kita imasinya tetap aja di apa namanya, nulai ya tinggi, kita terlanjur belitan, nanti kita harus semuanya melihat, gitu loh, jangan sampai itu gila kita, nya, bisa awal lah, udah, udah 8 tahun, hari duma, gitu, bunda-bunda, udah 8 tahun juga gak? sama siapa? sama bumati, yang mereka audien sih, ke profton ini, untuk tetapi, apa, untuk tidak pakai gedung, apa, gedung kita tetapi aku, ya, di sini, tetap bisa dipakai, tetap bisa dipakai, tetap bisa dipakai, untuk pekuliahan, sampe menunggu membangun yang tanah besar itu, mungkin nanti kalian lapolannya setelah monep, sekali biar sekali ya, bunda-bunda lapolannya, gak sepotong-sepotong, enggak, gimana ya, doang aja, biasa aja, ya, apa, bumati, gimana sih udah audien sih, sama profton ini kan, karena kita udah beli tanah di sana, apa, bisa ga selamat kita membangun, kita tetap kuliah di gedung ini, tuh, hasilnya mungkin nanti, dilapoiin sama, rencana sama, ketemu sama profton itu, begitu, rencana nya, mau bicara kan, tapi apa yang ni bicara kan sama proftonnya, apa kaya itu, ya, belum tahu, nanti aja, tinggal bunda, boleh, dia lejana, ya, apa, udah bicara, udah, udah, jadi liat bago sama pemeriati itu, pada saat rencana, setelah pemeriati dari, profton ini, liat belum ketemu lagi, gitu, karena hari itu, at, ya, berbeda, karena datang ini, bunda ini tau ga sih, dia dapet hibah, udah berbeda-beda, apa, uang kan, bukannya uang alat, peralatan, alat berapa, apa, apa, projektor, laptop, dan lain-lain, berapa ratushut, berapa miliat? miliat, yang ga, miliat debur, uang, uang paling tiga, jam 400, jumutalo, miliatuangnya siapa, apa yang bunda ini? 900 jutaan, banyak, ya, banyak, ya, udah, udah di break room dengan barang-barang, sesuai, pagu, itu, ya, harganya, gitu, di bunda ini ga kasih riwa, selamat ke, do, udah dapet, ya ga, uang itu biasa aja, memang harus kerjaannya, begitu ga? i, bunda ini, ya, yang gue aja kemari, juga gue dapet, satu, setengah miliat, juga gue, cuma biasa aja, iya, iya, gue lagi 500, di luar ke biasa, anggale, ya, itu kan, udah udah bias, lah, kalau kita kan rombiasa, bahagus, ya, itu selamatin, ya, tapi ini selamatin, ya, ya, di selamatin dong, ya, selamatin, selamatin, selamatin diri, gitu ga? ga, lagi, itu sih ada, ada, ada banyak banyak pertanyaannya ya, udah kan, ada nanti, ada nanti, ada nanti, ada dua lagi, berlangi, ya, berlangi pertanyaan, ya, apa, apa, apa, apa, apa, apa, apa, kenapa, apa, apa, apa, apa, apa, apa, apa, apa, apa, apa, apa, apa, apa, apa, apa, apa dia tak来了 di thrust. Mak, ini aku stop. Boleh gak sih tekondingnya deh ke mulai lagi? Oh, kita mulai lagi. Minta yang bak, yang tadi, terinian ya.