[ Mini Kiebo ]
Server: Windows NT DESKTOP-5B8S0D4 6.2 build 9200 (Windows 8 Professional Edition) i586
Path:
D:
/
Download
/
[
Home
]
File: wawancara PPMI.txt
Oke, SPMT ya, sebenarnya itu dia aku mau klareifikasi. Maksudnya aku mau itu kan harus ada dari sisi dosen, cuma aku minta kalau misalnya SPM, ikar udah nilai semuanya dengan, maksudnya siapa kan kesanjulur, gitu. Jadi, nanti tetep dosen, masalahnya gak, tapi aku gak itu yang mengalamanin, SPMT gitu. Maksudnya setiap balai, gitu. Jadi kan, jadi apa kalo sejauh sini ya, jadi kan kalo gak berikan, gaya pengambil keputusan. Jadi sebenarnya, awalnya aku mau gaya kepemimpin, cuma ternyata banyak pengen ngambil, terus kata profil. Udah ambil aja, cuma gaya pengambil keputusan, karena, keberhasilan suatu istitusi, apalagi peningkatan kena jalan, pasti dari cara pengambilan keputusannya, kan, cepet apa, dan dasarnya apa gitu, terus ya udah, itu lah, gitu. Jadi, pokoknya ditanya, ada gapnya dimana, aku masih belum dalam, jadi aku lebih ke indikatornya ini, nanti dipetahin sebenarnya, bunyama itu lebih ke arah, apa sih, gitu. Kalo ni sayang, peningkatan kena jalan, ternyata aku ngeliatnya kan gini. Ternyata jasung, ya, jasung. Ternyata, kebekadinya itu, sesuai apangga, ketenan datanya tuh aku, gak pernah aja sih. Kalau kali ini, begini hasilnya ini, gitu. Jadi, moderate aja sih. Tuh. Kalau ada empat indikator dibu, jadi cara pengolongan informasi, jadi kalau misalnya ada itu kan, ada empat gaya sebenarnya, dia dari pif itu kayak, instruksi ngerahin aja gitu kan, kalau analisa, ya analisa, dia perlu analisa, terus kalau konsep, itu kayak di konsep ini tuh, untuk jangka menangah, jangan panjang, kalau misalnya bina viral itu, lebih kayak, apa? sosial nih. sosialnya dia lebih, pertimbangan sosial, untuk orang banyak, gitu kan ada orang yang jualnya kayak, gitu kan, gitu. Nah, ke-arang mana sih, nanti aku baru, metak-kapa, mau terakhirnya, ke-kinerjiannya, bagaimana, oh, kalau dari cara mengolak informasi, sebenarnya muda kayak, itu, itu cerita aja loh. Kalau untuk cara mengolak informasi, mungkin informasi yang tidak dapatkan dari luar ya, ya, muda tuh lebih. Kalau muda itu, campur sebenarnya ya, jadi situasi onal, ini tuh, kalau informasinya, urgen sih, yang harus segera di tetapkan, mungkin lebih ke arah, hal-hal yang, kalau aku bilang itu, otoritas ya, ya, jadi terapkan, sebenarnya itu jantanya, kalau dikebihanan, itu seperti, pelaksanaan ujiko, harus di terapan segera, itu harus dikumpulkan, wadir-wadir, ekspermei, kemudian kemasisuan, itu, mudian di terapkan, seperti itu. Kalau, informasinya, yang tidak terlalu urgen sih, itu mungkin, mudama lebih ke demokratis ya, dalam artian, minta masukkan dulu, sama bawahan, kemudian dari masukkan itu, kita pertimbangkan, begitu ya, setelah di pertimbangkan, nanti baru kita putuskan, seperti itu, kalau cara mengolak informasi, terus, untuk yang lainnya, mudama itu, biasanya, tidak hanya dari satu arah, kalau mendapatkan informasi A, itu dia pasti, mencari informasi yang lebih lanjut, gitu contohnya, dari kampus lain, dan lain-lain seperti itu, untuk yang cara melalui informasi. Biasanya, apa lebih kepada, di kandartannya ya? Apa memang perlu kandart, atau nggak, gitu, atau cukup dengan ostandart, kalau perusidurnya, ketentuannya, itu saja yang diambil, atau memang di kolaborasi. Kalo perlu jadi, obisimitinya, kedepannya seperti ini, itu dikutkan. Kalau, naik sedih, SPMI dan dosennya, kita ada jangka penit dan jangka panjang, seperti itu, di mana, kalau jangka panjang itu, setelah kita mendapatkan informasi, dia terapkan, dampak ke depannya seperti apa, itu dia pertimbangkan, sekali. Kemudian, kalau saingnya dikombayan, tadi, pasti dikombinasi, gitu, kenapa? Karena kita lihat, keuntungan ke depannya, seperti apa, gitu, kalau di terapkan, kemudian, yang nama informasi, kadang-kadang, ada peraturannya, itu, dia harus di terapkan. Kapan penerapan itu, sesuai dengan situasi. Jadi, di mana, seperti itu? Nah, terus untuk tujuannya, di orientasinya, biasanya itu, lebih fokusnya, pada jangka pendekah, untuk, terus atau, apa, kemasih harus segera, gitu kan, oh, enggak, keputusan-segera, yang segera itu langsung dikutuskan, atau perlu terperinci, gitu, atau malah lebih ke sijoner, gitu. Oke. Kalau untuk keputusan seperti itu, tergantung sasaranya, ya, jadi kan, kalau kampus itu, kan, kalau bicara tentang SPMB, itu, kita punya RIP itu, kerjana, sepuluh tahun ke depan, kemudian, kita punya rencerai, rencerai itu, lima tahun ke depan, nah, tergantung, seperti, kenaikan, jabat dan fungsiional dosen, seperti, contohnya, ya, kita harus punya rapi, di dalam artian, rapi, itu, berapa sih peningkatan dosen kita, sesuai, enggak, dengan rasih lumasih suat, kemudian, setelah dia punya in-idean, dia harus punya target nih, menjadi asistat-ahli, setelah asistat-ahli, dia harus punya target juga, menjadi lektorn, dan ser dos itu, jangka pancangnya. Untuk nyangka pendeknya, dosennya harus pelitem pengapian, nibut tadi kan, pelitem pengapian itu, jangka pendeknya, pernambulan sekali, atau per satu tahun sekali, ni seperti itu. Kalau untuk jangka, saat itu, gitu, proses belajar mengajarnya, mungkin dia punya sesuai atau tidak. Itu, di eva luasin, enggak, waktu bentuk, apa gitu. Kalau untuk eva luasin, kita ada dua yang pertama itu, namanya monitoring, eva luasin, itu dilakukan persemestarsan bali, itu dilakukan perbagian, jadi di institusi pendidikan kan, kalau kita bincara ke pemimpinan, itu kan ada 24 standar, 8 standar pendidikan, 8 standar penelitian, 8 standar pengapian masyarakat, ditambah standar tambahan naari, 24 standar, plus standar tambahan, untuk politek nipati as itu, ada sekitar 12 standar tambahan. Jadi, lebih kurang itu 36, ya, ya. Nah, kalau itu, dia eva luasinya pernambulan sekali, untuk monit. Nah, tapi selain 6 bulan sekali, kita ada jangka panjang, satu tahun sekali namanya Amin Audit Mutu Internal. Untuk orang orang yang melakukan eva luasin tadi, berdasarkan eska direktor itu, memberi eska untuk orang yang sudah sertifikasi audito, seperti itu dikasih eska, setelah dikasih eska, di eva luasin oleh mereka, seperti itu. Jadi memang orang yang berkopetem, dari hasil eva luasin tadi, karena kita akan nanti ada jangka panjang. Nah, kita melakukan RTM, namanya itu, rencana tindak, lanjut. Jadi, tidak hanya sebatas eva luasin, dari apa yang tidak baik, kita berbaiki, apa yang sudah baik, kita tingkatkan. Nah, itu sudah kita laporkan kalau di pergeruan tinggi, jadi bunama itu, mau wajibkan, kita melaporkan ke SPME, kamendik bud. Jadi, di situ sudah ada penatapan, pelaksanaan, epaluasi, pengendalian dan peningkatan. Jadi, setelah awal semiser kita tetapkan, pemudian kita, laksanaan, di akhir semiser kita epaluasi, lalu kita kendalikan, setelah kita kendalikan, kita tingkatkan. Seperti itu, jadi harus ada peningkatan, setiap takunya, seperti jabat dan dosen, dari jublah mahasis, dari apapun itu, dari kasus yang ada di karyawanya, seperti itu. Kalau menurut saya, sudah jelas, ya, dari program-programnya sendiri, kalau sudah ada jangka pendeknya, jangka pemerangannya, sama panjangnya. Ada apa isiranya itu, turun tangan langsung, yang bunda itu, biasanya itu di malah gitu loh. Oke. Kalau untuk bunda, kalau kita lihat dari segaris SOTK, ya, agaris organisasi, seperti itu, bunda itu kan, sangkut pelotnya, langsung kebutung. Bisitu kan, kewadir, di dalam akademik, dalam akademik, nanti wadir-bidang akademik, dan dalam akademik, ini membawahin bawahannya. Tapi, kadang-kadang, bunda situasi, situasi gitu, kalau dia butuh, sama orang laboratorium, gitu, yang urjansi, tapi tetap melibatkan wadir-wadirnya. Jadi, tidak langsung ke sasarannya, tetap mengikuti aturan di SOTKnya, gitu ya. Tak. Kami hasil diap rapatnya, ya, tapi terlibat ya. Ya, dari laporannya, masukkannya hasilnya, terus dirapatin di managementnya, atau ikut turun, gitu. Oke. Kalau di sini, agandir rapatnya, ada rapat inguan, jadi satu ingu itu dua kali, di hari sonin, dan hari kami, biasanya kemudian ada rapat mulainan, kalau untuk jangka pendeknya, kalau untuk jangka pendeknya, kita ada rakar. Beberarti, yang sening kami, bunda pasti ada-ada, dan yang ikut, tergantung situasi. Jadi, kalau keperluan kita, kaya hari ini tadi, muda tang, besok kita akan judisi umni. Jadi, yang bersangkutan, dengan judisi umni, tersebut, gitu. Jadi, ada wadi, radya bidang ke masa suahan, mutuh, kemudian keuangan, dan lain-lain. Jadi, yang mengikuti rapat itu, tergantung, dengan apa yang mau kita bicarakan. Kalau misalkan raker, baritika bro di, kebro di yang terlibat, biasa, penetian, pengatian, keuangan semaya terlibat. Itu istif bulan ya. Kalau raker, 6 bulan. Kalau rapan bulan, itu lebih ke paluasi kegiatan. Contohnya kan, perbulan ini, di pro di ini, kita melakukan apa nih, sudah tercapai, segi mana, apa yang harus kita lakukan, di bulan berikutnya. Seperti itu. Oh, berarti isenya, kalau misalkan saya, sendin kami, lebih ke monitoring, untuk pergi atas dalam waktu, dekat di sebelah itu, apa, di atu, dan berjalan atau belum, kendalanya apa, gitu ya. Nah, kalau misalkannya, ada ngasih ke arah program, perahasih dalam murapan bulanan, itu di bahas yang program strategiknya, untuk ke depan yang lima tahunannya. Atau memang di raker itu, di nebulangan dulu. Kalau gitu, tergantung situasi. Kalau misalkan, kita kemarin baru dapat peraturan terbaru, yang lima tiga, di tahun 2013. Oh, urjan nih ya, gitu, lasung. Oh, kira-kira, kita lematahun ke depan, seperti apa, gitu. Terus yang kedua, misalkan sudah, ada namprodi ya, sudah menekati prodi yang mau akreditasi, misalkan tiga bulan lagi. Itu meskipun belum waktunya raker, tapi kita membahasnya jangka panjang, seperti itu. Jadi situasi honest, tinggal dukung ya, mungkin. Pokoknya, selalu ada. Pokoknya. Biasa cepet, gaji, jam ambil keputusan. Cepet. Gak ada nunggu besoknya. Kalau nanya hari ini, saat itu ada. Meskipun, ada kekurangan itu, kadang, ada posiminasi yang ganti-ganti cepet itu. Tapi, kalau untuk kita selaku bawahan, atau pun rakan kerja, itu sangat membantu sekali. Ketika urjans itu, kita rapat hari itu, ada keputusannya, saat itu juga. Oh, gitu. Tapi, betih-betih keputusannya, memang mau diasifatnya segera, baru banget, gitu, yang harus, apa, yang tadi di luar situasi, pokoknya tetep ada ya. Kalau biasanya, kalau sesuatu yang siapat yang jangka panjang, itu dia dirancang dulu, dalam artian, sepatnya apa sih, yang akan kita lakukan, seperti kemudian, ketika kita melakukan tersebut, kita lihat, kempus-kempus lain, apakah sudah melakukan, atau belum? Kemudian, kalau namanya, kita merubah kebijakan baru ya, ya harus ada, melihat, kosin seperti apa, kemudian, kemudian, setelah kosin seperti apa, kita harus tahu, keperluannya bagaimana, interan kita siapa, atau tidak itu, kalau yang hal yang besar, biasanya putuh waktu, harus ada proposal, kemudian, rinsian, biayanya, seperti apa, kemudian siapa, saja yang terlibat, seperti itu, setelah ada, kan biasanya, dua kelihatan itu, di hari senin, kita bahas, kami bahas ulang, dengan semua bagian itu, sudah membawa, keperluannya, masih masih, ngga ada yang bagian keuangan, ngga ada yang bagian kemasiswa, nguadir, seperti itu, dan membawa masih masih, itu. Nah, kadang-kadang ada itu, ke niiks beda, tolerasi terhadap, yang amigo, yang ga, yang belum jelas nih, yang lama, apa, jelas tujuannya, jelas tampaknya, gitu, atau, informasi dari, luar yang, kita harus, kita harus bejalan ke program ini, padahal sebenarnya, kebijakan itu, belum jelas, gitu, ya, bunda itu, mengakomodir, ga? Ya, sesuatu yang amigo, yang masih, yang belum jelas itu, gitu. Kalau untuk, sesuatu yang amigo, contohnya, apa, ya, di sini itu, kebijakan lagi, dan itu yang belum jelas, jadi, biasanya itu, dikumpulkan dulu, datang-datang, dalam martian, dikumpulkan kita, kemudian, orang esp mi, mencari, peraturan terbaru, mengenai kebijakan tersebut, setelah, mencari peraturan terbaru, bunda itu, biasanya menanyakan ke ahlinya, dalam martian, kalau misalkan tentang pelapuran, ditanya lah, ke elictis tempat, seperti itu, setelah ditanyakan, oh, memang itu peraturan yang harus diterapkan, dalam dua bulan, nah itu, tidak langsung, diterapkan, tapi, kita susun dulu, gitu, kalau diterapkan, sudas ya, belum datahnya, kemudian, kalau sudas ya, orang-orang yang menginputnya, seperti apa, kemudian, dampaknya, nggak nanti, ketika kita dengan masih suang, susunya ya, kalau kita menerahkan hal tersebut, seperti itu, jadi tidak langsung, tapi, ditanggapnya, jadi nggak, serta matahar langsung, oh, ini nggak, nggak pasti nih, udah, pokoknya nggak mau nerima gitu, nggak begitu, harus di cari gimana, untuk memperkuat, sesuatu yang belum gelas itu, gitu, gitu ya, dari pertimbangan apapun, tapi nggak langsung, oh, nggak jelas nih, udah, gitu kan, udah begitu ya, ya, demokratis nih, jadi nggak, nggak seperti itu, dan enak sekali gitu, enaknya dalam artian, kita bisa berargument, kemudian, dapetnya dikasih tahu, dapetnya dari mana, kalau bunda itu, selalu minta peraturannya, coba printkan, peraturannya dari mana, kampus menasai yang sudah menerahkan, kalau kita tidak menerahkan, sangsi yang kita dapetkan apa, jadi nanti, jadi bahan pertimbangan, gitu, melibatkan orang lain, pasti melibatkan nggak, atau langsung keputusan sendiri, ya, tidak, ya, tidaknya gitu, tidak, biasanya itu, bunda kalau ada laporan, tada sesuatu hal baru, selalu melibatkan wadir-wadir, SPME, kemudian, melibatkan orang orang yang berkepentingan tersebut seperti itu, misalkan ada peraturan, mengenai, kemudian ditanya sama ibi, gitu, jadi, sangat melibatkan orang orang yang alingin seperti itu, jadi nggak langsung, oh, ambil keputusan sendiri nggak? Jadi, melibatkan sesuai dengan kompetensinya, masih, masih, waktu yang dibutuhkan, biasanya, rumah, atau ini, segera ya, maksudnya harus, keputusan yang diambil, harus segera di tetapkan, atau memang, antara udah ke arah situasional, kan sebenernya, tapi yang udah dipikirkan dulu, gitu, atau memang udah ketunda aja itu gimana? Kalau itu sih tergantung, urusannya ya, atau kegiatan yang akan kita bahas, kalau kegiatannya itu, misalkan, merubah kebijatan, itu tidak segera, tapi, butuh beberapa waktu, misalkan, beberapa bulan kemudian, seperti itu. Tapi, kalau, sesuatu yang misalkan, harus diputuhkan sekarang, seperti itu, biasanya, bunda memintak waktu, itu, korinasi sama wadi, sama, pimpinan-pimpinan, nanti, diputuhkan setelah rapa, seperti itu. Jadi, tergantung dengan, apa sih yang kita bahasa, seperti itu? Program dulu ya, sebelum gendela. Kalau misalnya, program-program, detailnya, untuk, apa, peningkatan, dari sisi dosen, harus sesuai, pengajaran, harus sesuai standartnya, atau, pendelitian itu, harus seperti apa, pengapainnya, harus seperti apa, ada, ada targetnya, yang ke depannya, harus terjadi target, yang kapan-kapan, yang kapan-kapan? Kalau untuk program, itu, kita dosen, biasanya, pengajaran, itu kan, sesuai dengan PKD masing-masing. Nanti, PKD masing-masing itu, biasanya, dosen itu sudah mendapatkan, pembagiannya, dari Kaproding. Kemudian untuk penetian pengabian, itu kan sudah ada roadmap, roadmap itu, kita harus melakukan, sesuai dengan rumpun, ilmu, atau lulusnya, dari, kebedaanan, atau, kesehatan masyarakat, jadi, kalau seandainya, dia kebedaanan, ya sesuai kan, gitu dengan mengajar kebedaanan. Nah, untuk targetnya, biasanya, itu di sini, itu satu semester, satu kali pendelitian, satu kali pengabian, dengan dipabris di jurnal, seperti itu. Kalau untuk saat ini, karena baru, ya, jadi untuk jurnal, itu kita masih jurnal asyonal. Tapi tidak pun untuk kemungkinan, Kertika perpindahan, kita mau bikin tizerah baru, ini renserah kita habis di 2020. Band, nah, di 2020, 2020, 2009, insa Allah targetnya kita, inginkan, gitu, nanti itu ke jurnal atau jurnal asyonal, yang sudah keusah, sinta satu seperti itu. Jadi, kalau untuk program, itu sudah sesuai dengan kapasitas yang masih, masih seperti itu. Jadi, sesuai dengan rumpur indunya, masing-masing, gitu. Kau kisahnya, saat ini kan masih nasional, gitu kan, karena sesuai dengan diambikadinya kan, ya. Tapi ada, target dari bunda sendiri, apapun, kita mau internet nasional, gitu, itu, apa pengab diannya, apapun mau hibahnya, gitu. Mereka yang lebih, saat hijiknya, gitu, kalau lebih luasnya, itu, ada gak sih yang kayak, tuntutan gitu, gitu, program itu. Kalau, tuntutan secara tertulis, ya. Tapi itu, selalu di ucapkan, kita kerapatnya. Dalam artian, kalau rapat tuh, hayuk, jangan hanya sintempat, sinta satu, gitu, hayuk, jangan hanya, pengab dian itu, di pabis, di jurnal, tapi di pabisnya di sinta, gitu, kemudian, untuk serdoasnya, hayuk, cepet-cepet, serdo, cepet-cepet, lektor kepala, itu selalu di ucapkan, setiap beli rapat, gitu. Tapi kalau untuk peraturan tertulisnya, mungkin, ke depannya, di resra yang baru itu, bunda akan disantumkan, ya, gitu, ya. Kalau misalnya, pasangan kayak gitu, ada kendala ya. Pasangan, akan disampaikan, ya, dengan itu, kendalanya, habisnya, apa yang harus kita, apa, lakukan, habis ini, nah. Saat itu, gimana, bunda itu, mendukung atau, membantu gitu, mengarahkan, atau bagi-maran? Kalau untuk, kendala, habisnya kan memaran yang mau serdoas belum pekerti ini, salah sangat mendukung, di mjaya, ini untuk pekerti-nya, diiburkan pekerti, boleh, setengah pri, gitu, benar-benar, setengah pri, untuk mingkuti pekerti, untuk NEDM, misalkan kita, KMPI, semuanya didukung dari kampus, biasanya didukung oleh kampus, kalau ada kejatan, untuk mendukung sartifikat, kita pelatihkan semuanya, di aku modir di kampus, jadi sangat mendukung. Nah, kendalanya apa? Nah, kendalanya, kalau kita pemimpinan muda sih, usia ya, gimana, kalau yang namanya usia kan, tidak kita, tidak bisa dipumpir, itu, ketika mengambil keputusan itu, suka berubah-ubah. Tapi, itu lah tugas kita, yang masih muda, itu larunanya wadir, itu gunalah SPMPI dan lain-lain, mengingatkan keputusan yang sudah dietapkan, cepat dari itu paling, itu saya jatah, kalau untuk yang lain, baik itu, dari rumpun keengua, pelitian, pengabdian, atau puhal-hal yang lain, itu sudah sangat mendukung, paling dari segi usia. Yang namanya, sudah, bukan, usia yura pendukin lagi, dia pasti ada hal-hal yang lupa, sebenarnya itu. Jadi, berubahnya lebih karena lupa, tapi, diingatkan lagi, itu, maksudnya, balik tetap, komik dari awalnya, jadi, cara mengatasinya, kita punya dokumen lupa pas, yang dengumen rapat, yang sudah di tengah-tengah, ini sudah dicap, sebenarnya itu, ketika kita sampai kan, gunda, kemarin sudah di bahas, ini untuk, dokumen rasinya, ini sampai, oh iya, ya, jadi, sesuai dengan, untuk putus sana, kalau misalnya, untuk dari, kendala, untuk, kemudian, bikadi, terus, kenaitan, jafung, ya, terus, apa, serdose, gitu, itu, apa, biasanya, kendalanya, sih, apa ya, itu, lebih ke, tekan-tekan, tekan-tekan, sih, bah, sama, kalau di sini, itu, masa kerja, karena kan, rata-rata kan, masih suai itu, melancar itu, di tahun 2020, ya, 2020, jadi, yang masuk di tahun 2020, itu, rata-rata, masih ada yang baru, jadi, untuk ke ara, serdose itu, dua tahun, untuk masa kerja, seperti itu, yang kedua, itu, kendalanya, biasanya, dari pengambalian LLD, sudah diajukan, sesuai format dikembalikan lagi, seperti itu, oh, apa pengambaliannya? karena, tidak sesuai, jadi, si pemeriksa itu beda-beda, kalau di wilayang, jadi, ketika kita ajukan, ada yang kurang, padahal di yang satunya, sudah lelolos, jadi, kalau dikembalikan, tiga orang nih, satu orang itu, bisa ga lelos, permaul sama, gitu, itu, kendalah orang, hairti, sebenarnya, oh, mldm, kendalanya, karena dari sana, dari sana, jadi, apa, komunikasinya, maksudnya, standar itu, sudah disesuai kan, tapi, apa, kita juga menutapi, nggak, juga lama, itu biasanya, kita berbaiki sesuai dengan tinginnya, dikutin aja, gitu, karena kan, gaya-nya kan, beda ya, masih masing-masing, ini kan, gitu, kok dari sisi, sarana-prasarana gimana? Kalau sarana-prasarana, untuk, kebutuhan dosen, ngajaran, terpanuhi, pengajaran, sudah terpanuhi, paling, apa ya, sudah sih, sudah terpanuhi, yang untuk lab juga, kita sudah sesuai dengan standar, seperti itu, tidak ada hal-hal yang urchin, mungkin, sekarang itu, kalau, untuk zoom ya, karena kan, biasanya ada hybrid, untuk zoom itu, kita, kendalanya itu, sesuai situasi masih suar, seperti itu, dalam martian, kita menuntut masih suar on-cam, dan lain-lain, ada-kada-kada terkendalai di situ. Tapi, kalau selabinya, untuk kampusi tidak ada, untuk sarana-prasarana, karena, prasadurnya, ketika bagian rumah tanggah, mengecek ke bagian sarana-prasarana, kalau tidak ada, langsung diajukan, langsung dilihat buktinya, langsung di belikan, biasanya seperti itu, jadi tidak ada, tidak ada, yang, besar, untuk sarana-prasarana, seperti itu, kalau dari keuangan, diri, kalau keuangan sih, di sini, si Patnya, enak ya, dan mereka betulan, tau gitu, kalau untuk keuangan, memang, kita, pengajuan sesuai dengan standard-nya, dalam martian, kalau mengajukan kertas, kita harus, bandingkan dengan harga yang di tempat, seperti itu, jadi, kalau sudah, karena sudah berjalan, kita sudah lama, dan sudah tahu, bahwa harus, bahwa, bukti dan lain-lain, kalau untuk keuangan, sudah ada kendala. Untuk, dana-dana yang lain, baik, honor pengajaran, honor pelitian, dan lain-lain, juga tidak ada kendala yang, kenapa, karena sudah sesuai dengan kertas duanya masih masing-masing, kertas tinggal, tidak ada masalahnya. Ya, ada, lebih kepada, apa, SDM-nya ya? SDM-nya, karena tadi, belum lama, ya, jadi, yang lama di sini itu, hanya lima orang. Yang natabilnya, dosen yang sudah lama, seperti itu, rata-rata itu yang lainnya, itu baru, dosennya, gitu. Tapi, walaupun baru, tetap, apa, laporan, laporan, jadi yang baru itu, sudah bekan di layaknya dosen, seperti itu, sudah di jalan, sudah di jalan-nya, sudah ada SDM, sudah rata-rata, sudah asisten ahli. Kalau bisa dari, kalau bisa dari, solusi apapun aja sih, masih kan, kalau kendalanya kan lebih, tapi solusinya dari, bunda sendiri, gitu ya, maksudnya itu, tergimana gitu? Kalau bunda, biasanya itu, tergantung masalah, jadi, kalau, ada masalah mulai pelakuran, mendatangkan orang lainnya. Jadi, kita di Suruh Platihan, misalkan puri puluhmi, ada yang mau ditanya, dan lain-lain, datanglah dari Aikirin, seperti itu. Jadi, ada masalah yang diberikan itu, masalah sebenarnya ya, jadi kita langsung, ga usah tanya bunda, ada tanya gana bunda, bunda, bunda, bentut mengerti di bidang itu. Jadi, kita datangkan ahlinya, untuk solusi, masalah masalahnya kata. Jadi, kalau burasi ya, harusnya bisa, memang situasionalnya juga, kalau ini, saya mau harus, otor-riter, otor-riter, juga, entah, yang, sesuatu yang, oh yang harus dipertimbangkan ya, udah ikut dipertimbangkan, gitu. Tapi, sejauh ini semua, programnya di dukung ya. Di dukung. Semua program di dukung, bahkan, ah, yang harus, ah, kalau secara kos, harus mengeluarkan, itu ya, itu kan, keperluan dosen, itu kan, saya mengeluarkan, itu di dukung. Eh, sekolah, juga kan, di sekolahin, Ah, di sini, yang sudah di sekolahkan itu, S3 lima orang, S2, dua orang, eh, eh, propesi ada juga, ada moment, gitu. Kalau sarjana, satu orang, dua. setelu lagi, kan, ya. Oh, boleh, ya, dua orang, ya, dua orang ini. Di sini, selalu ada bertahap, gitu. Iya. Termasuk saya juga, S2 di sekolahin, di sini, eh, propesi dari sini, sekarang, wah, siang, bahkan, yang butuh, bahkan, bener-bener, tapi kalau misalnya, ada sekalap proritas, gak sih, dari segala keputusan, apa pun itu, guna mempertimbangkan proritasnya, itu dari sisi, apa, dari sisi kepentingan, manfaat untuk kampusnya, atau orang, apa, lebih ke, orang banyak, gitu. Kalau guna itu, biasanya, mempahat dulu, ya, mempahat, yang kita dapatkan, ketika mengambilkan keputusan itu. Terus, yang proritas itu, biasanya, yang mempahatnya, jangka panjang, yang berubungan dengan, namah baik kampus, dan lain- lain, seperti itu. sama binyasi, kita sesuai dengan itu, ada dikitur. Itu terakhir, ya? Ya, ya, dan sama dengan apa-apa, ya? Ya, ya, ya, alam lila sih makasih banyak yang bunuh, ya? Ya, ya, udah di dalam program-program, di atas, di atas, di atas, di atas, di atas, di atas,