[ Mini Kiebo ]
Server: Windows NT DESKTOP-5B8S0D4 6.2 build 9200 (Windows 8 Professional Edition) i586
Path:
D:
/
Download
/
[
Home
]
File: wawancara fakhry reza maulana ST MM kaprodi BMR.txt
Dia bimbingnya dari mana sayang kita mulai? Ya, maksudnya lain memahil. Terlalu saya memahil. Jadi saya maksudnya S3 Unimus, dan ini penidikan. Boon dari Singar? Ya, maksudnya. Jadi, di segala saya itu, mau menihak, mengenai bagaimana sih, kayak kepunisan pimpinan, di dalam meningkatkan. Kami bisa dilihat dari ternyata sekarang, perubahan ini juga cukup cepet. Jadi apakah pimpinan di universitas ini, atau di polbot ini, itu memikuti dinamisa, di dinamika dari perubahan perubahan atau aturan, atau kebijakan yang ada gitu. Itu sih, enti dari misalkas ini. Kita mau ngogali seperti apa sih program-programnya, jadi untuk menarikkan mengenakan mengindikasi itu seperti pakai daya yang mana sih, sebenarnya pimpinan di polbot ini. Tapi nanti, tapi nanti kalau misalkan di tengah-tengah pada S3 penulisan ada yang kurang keras, jadi saya vea, maksudnya untuk memperdalang di masa ada pertanyaan lagi, atau apa lagi. Ini secara umum saya sih, itu saya bisa kegomber di apa sih, gitu kan. Jadi, kalau misalkan di sambil aja, apa ya, maksudnya ini kan, misalkan misalkan, misalkan, misalkan, misalkan, misalkan, misalkan, tapi kita langsung besar dari misalkan. Kita langsung untuk pertanyaan aja. Jadi, ada 4 ini, atau yang pertama, itu adalah cara mengolah informasi. Menurut bapak ini sebagai kapal ini, informasi apa aja sih yang ya saya digurakan direktor dalam mengambil keputusan terutama untuk meningkatkan kinejadusan pada teri darma bergeron-geron ini kan, berpengajaran, penelitian, sama pengabdian. Apakah berbasis atau renden malaman, atau berbasis data dan analista, atau perlu informasi yang luas, gitu, referensi dari berbagai hal, gitu kan. Atau memang, oh ya, seberapa orang penting, atau kepentingan orang baiknya, itu seperti apa, itu kecenggerumannya, gimana apa memang semuanya? Kayak saya jawab satu-satu berarti ya, yang mempunyai, apakah berbasis aturan dan pengalaman? Kalau di merut saya, kalau di swasta, berarti kan yang di terlitin, kan berarti ketomimpinan sini. Iya. Ini menggunakan apa namanya? Apakah berbasis? Iya. Jadi, merah aturan sama pengalaman. Karena ga mungkin, juga kita tuh suastra kan ga bisa kakuk-kakumat, gitu ya. Jadi harus flexible, melihat dari keinginan dari konsumen, seperti apa, tetus saja nanti disiswaikan sama pengaturan. Itu poin aja. Poin bnya atau berbasis data dan analisis, untuk data, bukan bagian pemimpin biasanya. Biasanya, mintanya, prosesnya itu mintan data dari bawahannya, gitu ya. Terus kemudian, penyimpinnya itu membaca data tersebut. Mengudian, di analisis, gitu. Biasanya, kalau pemimpin tidak membutuhkan data-data yang rumit, ya. Jadi, kalau mengerti, hanya hidup dan misok. Jadi, seperti itu, melihat untuk informasi yang luas dan maklotif. Kalau informasi yang luas, menurut saya, masih karena tipu gaya-nya konservatif, ya. Malumkan, udah umum-umum, ya. Sama antara. Jadi, jadi, saya kirak, informasi yang luasnya tidak terlalu luas lah, gitu ya. Mungkin ibu bisa mengukur sedih mana, gitu ya. Inafatifnya, ya. Saya kirak kalau inafatifnya menyesuaikanlah, gitu ya. Mengudian, kalau apakah membutuhkan informasi yang berasa data sosial, data sosial, randari pihak ini. Oh, ini, ini selalu. Karena, pimpinan di sini, selalu, ini sebusi dulu, sebelum melakukan putusan, gitu ya. Jadi, nanya-nya, berkami untuk karena yang ngejalaninnya, kan balik lagi, kita sayang, Jadi, tanya dulu, gitu ya. Itu. Udah ya. Ini, gitu. Kayo, udah bisa dialahkan ya, kalau misalnya dari informasi ya. Ya. Terkaya ke pemimpinan konservatif itu kan. Iya. Terus. Ah, kalau misalnya, apa? Biasanya tadi, mungkin udah di jelas kan, ya, tapi gak apa-apa ya. Biasanya di rekup, dapat masukkan untuk informasi dari mana agesi, kita terkait program-programnya akan dilahkan dengan jatres mudut, gitu. Kan, misalnya, kalau misalnya, ngeblaksana program-blaksana, mengapil industri atau program kolaborasi riset dosa, terus, sumber-sumber informasi apa aja, dia, dia, dia sedigunakan director, untuk mematau berkembangan, terkait program-program itu. Masukannya, selain tadi kan, dari, apa? Di sini, kita melihatnya dari struktur organisasi ya. Karena ada bagiannya sendiri, bagian, saya nampaknya mau lupa, bagian pengabian masyarakat ya. Apa, apa? M gitu ya. Karena, ruangannya di sebelah sana, gitu. Itu, itu tugasnya. Jadi, berdasarkan super organisasi, sudah dimintak tugasnya, yang mengontrol di sini, selama ini, adalah, dari kaprodinya, kaprodi kebidanan. Malah pencaya, karena saya di sini, kurang pengalaman, ini udah banyak. Saya juga seringnya, kurang sana, gitu ya. Karena di sini, kita, itu ya, mengacunya, saya sering nanya, itu kaprodi kebidanan, begitu seperti apa. Dan, pengabian masyarakat juga, di kontrolnya, dari sana. Kemudian, apa? Pemimpin di sini, di direkternya, yang kontrolnya, yang berupa, sudah ada timelannya sendiri, sudah diberikan dari awal. Di direkternya, nanti tinggal ditanya, udah tau juga di direkternya, gitu ya. Misalnya, kalau misalnya, sebelum pelaporan, kinerja dosen, BKD, itu harus sudah, dia mungkandung, sama sih, bagian APP ini, target, atau date lainnya, tengah segini ini, harus sudah mempunyak, gil, gil, gil, gil, gitu. Jadi, kalau disimpulkan, lebih kepada, apa? Kemudian, jauh, disimpulasi masing-masing, ya, misalnya, di direkter, misalnya. Tenggal, ya, jadi, kontrolnya, direkter, cuma tau, date lain, gitu. Jangan segini, saya harus, nanya, seperti ini, ya, kan, kadang-kadang lupa. Jadi, kita juga, yang harus laponan sendiri, gitu, jadi, jadi, kita yang harus, inoh, apa? Ini satifa. Apa saja, data dan informasi yang digunakan, gil? Dalam mengambil keputusan, yang taitannya, dengan penikatan kinetj itu, tetapi, pada penajaran, terlihatnya, semua pengapunian. Jadi, saya, apa saja, gitu. Apa saja? Apa saja? Apa saja? Apa saja? Apa saja? Apa saja? Apa saja? Jadi, itu, sudah harus rasa semua, berdengar itu, apa salah satunya kan, jadi, pertimbangan, dengan ambil keputusan, gitu. Terus, hasil laporan, kita apa-apa hasil laporan, apa saja, biasanya. Ya, pasti sih ada, hasil laporan itu, itu, ah, ah, bentuknya, bentuk akhirnya itu, pasti laporan BKD, ya. Jadi, karena, ya, direktor itu, sudah menginsurup sikan, bahwa, BKD itu harus diisi semua, sudah terlaporkan. Karena, sudah ada aturannya di, ala dikti, kalau tidak ada laporan, jadi, yang ditegur adalah, ngempusnya, gitu. Berarti, ah, apa, ya, pokoknya, gitu, ya. Pokoknya harus sudah, selesai, gitu. Saya tinggal tanya, ah, apakah sudah selesai, begini, tapi itu, kalian, yang saya tahu juga, kadang-kadang, juga membawa printout, berupa ini, yang sudah selesai, biasanya, tidak dibawak sih, kalau misalnya, yang ada masalah aja, yang dibawak, gitu, ya. Kalau misalnya, sudah selesai semua, laporannya berupa disan, sudah selesai semua, gitu. Karena, antik, laporan-nya yang bentuk, itu pasti di simpen sama kita, gitu, pasti nanti, kalau misalnya, laporan, kayak misalnya, jurnal di simpen, sangat bagian, ya, itu di simpen terus, disimpangnya, dipiring Cupang ga ya, siapa finalissis. Kalau Enggau, kalau saya, toutes-meden, pengakian sama besar ini si, tidak wajib dipirin ya, tapi, ada di kopian di sini, karena, kan, stored DiU Launch, di jurnal, jadi bentuknya, itu adalah Ling-Ling, kalau misalnya, prosesnya sendiri, untuk saya, sudah dosa, kan, mungkin ada standar, bahasa S, ngajarnya, itu, biasanya, di minta sama direktor, atau cukup di kaplori, atau sampai ASIC, saya bisa pendalikian, ya, mau pendalikian, apa? Internasional, atau dia nasional, atau publikasi cinta, itu, harus ASIC atau apa, itu, bisa dibutuhkan, ga? itu, itu, itu, itu, ASIC, ASIC di direktor, karena, tertait, yang pertama, sudah dilas, kalau ada biaya, ya, dia, dia, dia, yang pertama, yang kedua, adalah, laporan, kalau nggak pakai, kalau nggak ada hubungan dengan biaya, biasanya, itu, lisan, ya, tapi, kalau misalnya, hubungan dengan biaya, ada uang, harus tertulis, ada temohongan, dan lainnya, gitu sih? nah, kalau dia dengar misasi, ya dia dengar, di seseorang kecil, dari kecil, dari kecil, akhirnya, ada dilas, di dalam dilas, programa apa aja, yang biasanya, yang, ah silahkan dari pengaburan keputusan di direktor? program, program, itu, biasanya, kita yang ajuin, ya, jadi, masih-masing provodikan, sudah, dengan dilas jadi, di dalam sangat, di dalam, residen, dan di dalam, sepenuh på dan juga, di dalam, di dalam, publikan, deride, Sierra, di dalam, anda melakukan keputusan, adalah mudahnya. Ya? Depak di dalam, dari bawah, di direktor itu. Terus sedukkan, sedukkan programnya, kalau dari saya berarti, praktek, kalau saya kan banyak-neakkan, usaha ya, lebih cara, management dan enterprise, mungkin ya. Jadi, saya, kalau ke perusahaan itu, ke, disini sedikit ya. Ya, tanya misalnya, ahamah, jauh jasi, yang sudah terjadi sama. Jadi, program misalnya, terjap praktek, itu seminggu. Ya, seminggu. Kita yang harus menunjukkan, itu ada, kalau di sini, karena pendampingnya, itu sianya, gitu-nya, kan kita juga, setakat dengan dia. Ya, ya. Itu, kita harus nanti. Oke. Jadi, apa, praktek terjap, apa-apa-apa, ada, misalnya, program, kalau saya di pengajar, itu mungkin dari pengajaran ya. Maksudnya, kalau saya dari pendelikan, apa-apa di sini sendiri, ada ngasih program, ya, sampai, ya tadi, apa-apa, dosen untuk dosen. Kalau, atau hanya OGS di kampus, atau hanya ada. Kalau, kalau misalnya, dosen yang sudah, punya, jabatan akademik, gitu ya, kayak misalnya, harus, punya A A, itu kan, kayak misalnya, kan baru dapat A, saya harus, bikin jurnal yang, sinta lima, saya ngajuin, itu, jadi, berangkatnya, dari pelaturan, dari bekade ya. Ya, ya. Jadi, saya ngajuin, itu juga kalau misalnya, yang, dari A A, kelektor, atau dari lektor, kelektor kepala, itu juga, kayak misalnya, dosen, dosen, semial terdidanan, kan, juga ngajuin, gitu. Kalau terdidanan, malah, pengabiannya, masih ada, ada benang-benang merahnya, kalau saya sih masih. Oke, karena, saya kan, baru ya, bisnis manajemen, disini kan, baru 5 tahun, jadi, 4-4 tahun, ini mau meluskan yang, yang, antatan pertama, karena, saya pertama, yang baru maju, ya, saya baru, agak, jadi, enggak harus, ada benang-benangnya, Kalau misalnya, dari, dari A A, kelektor, itu, kebidanan itu, kan, kayak misalnya, apa, gitu kan, itu, dari penelitian, dan pengembangan, ya, itu harus, ada benang-benang merahnya. Oke. Apakah, di polbot sendiri, di laptopnya membaliki peraturan tertentu, terkait, disiminesi data, atau informasi, maksudnya, standard, standard dari data, yang diperlukan informasi itu, itu, ada gak sih, standard ada ya. Dimutu ya, ya, di langsung lain, ya, misalnya, eva luasi. Ya, harus daksa-daksa. Ya, misalnya, ada supervisinya, itu, ya, itu direkton, juga pas, control. Control ya. Apakah direkton terbiasa mengelah informasi dengan cara mengumpulkan data, secara lengkap, lalu menganalisisnya, sesuai kebutuhan, tapi tadi, udah disebutkan, LB, yang dianalisis, kan, oleh kapro di kapro di, ya, atau LBPM, bagian masih-masing ya. Ya, jadi, kalau, ini terkaitnya, berarti ke arah, pendidian dan mengakdian ya. Ya, sama, ini juga sih, sama, berajar-ajar, maksudnya, apakah dia lebih dari SKS, gitu, atau dosennya, kurang, atau itu. Jadi, kalau, direkton, supas itu, mengambilkan data, melalui laporannya, banyak kan sih, lisan, banyak kan lisan, tadi yang saya bilang, kalau misalnya, udah tulisan itu, hubungannya, pasti, dengan biaya-biaya, ya. Tanti, di konferensi bulan, ya? Ya. Karena, sebenarnya, tujuannya, kenapa sampaikan kapro di atau dosen, untuk mempunyai, apa yang mempunyai, apa yang seberated, sejalan, apa enggak gitu. Jadi, terus, mau mempunyai data-nya, melalui, seperti yang saya bilang, melalui laporannya, punan, bahwa hanya, itu melakukan tugas yang masing-masing, mau dan, sudah ada, karena, juga dari mutu, juga sudah ada, standar, ya, sudah ada standar, jadi tinggal, bahwa hanya menjalankan, direkton, cuman, mana? Ya, kira-kira gitu lah, ya. Terkait, kemahaman, tentang informasi, itu sebaiknya dikelola, lingkungan, direkton sendiri, atau gimana? Masuknya? Ini merolut pendapat. Ya, pendapat saya sih, direkton, memang, harus mengolong informasi, tapi bukan sebagai sembunyai informasi, ya, ya, mati, apa namanya, direkton itu, dia menjadi posisi duduk desain itu, karena berdasarkan ilmu dan pengalaman. Jadi, sudah pasti, apa namanya, harus paham. Nah, kalau pun tidak paham, ya, memang, manusia ya, jadi, itu gaksnya, di lingkungan di sekitarnya, harus menyengatkan. Ya, walaupun, pada perateknya, tidak semburan, segalanya, ya. Jadi, itu lah, satu organisasi fungsinya, gitu ya, di jalan. Terkira-kira di situ. Ini kata yang pertama, udah ya. atau gimana? Mualan itu. Mualan itu. Nah, itu, sekarang terkait sama orang di atasnya, atau fokus dari tujuannya direkton dalam mengambil keputusan. Yang pertama, apa dasar pertimbangan direkton, memilih atau mengambil program-programnya yang taggini sebutkan, itu dasar pertimbangan. Oke, kalau dasar, sudah jelas, pasti direktor, harus nanya, ini ada di kurik puluh, matungga. Jadi ya, mau itu, mau itu peneritian, perkulahan pengatian. Jadi ya, apa lagi, kalau peneritian dan pengatian, itu harus, apa namanya? Harus punnya, aduh lupa. Si dosen itu, peta, peta, peta, harus dosen kaprodita, harus punya peta kompetensi, sama ya. Jadi, misalnya saya, kompetensi saya itu, apa? Jadi, kompetensi yang pertama adalah kemasaran yang kedua, puangan. Dan lagi, dosen yang satu lagi, SDM, informasiaran, tapi yang diutamakan, harus SDM dulu, saya juga diutamakan kemasaran lagi, orang puangan, gitu. Jadi, dan itu sudah ada standardnya, sudah lagi ya. Jadi, jadi, dari perikulung, dari standard yang sudah ada, kalau sudah, direktum dan, nanya itu sudah sesuai, ya, sudah. Dan balik lagi, biaya juga, gitu. Apa yang indah juga, apa yang indah juga? Tapi, indinya pada standard procedurenya ya, atau ranya itu, sudah sesuai apapun. Harus dah ada, ada di sana, yang standard-standar itu, itu, itu, punya. Terus, menurut, apa? Jadi, realtor bisa gak sih merangka program tersebut sebagai rancayan alur, kita bisa dari awal prosesnya sampai terjadi, programnya, dan pelak sanaannya, gak semua prodi ya, bila dia mengatakan sama director itu. Karena kan backgroundnya sendiri balik lagi, ya, kalau misalnya, bu director itu, belak, yang mengadukannya kebetulan sebedaan, ya, tapi kalau misalnya, selain sebedaan, namanya, harus menjelaskan. Jadi proses alurnya, itu dari, di bawahnya, ya, untuk, akhirnya, pengambilannya kebetulan itu, seperti apa itu, balik lagi, jelaskan rancinya, dari ikah prodinya. Ya, karena kan, balik lagi yang, apakah, director itu, punya ilmu-nya apa, gak? Jadi itu ya, gak mungkin director pausenya. Apakah, program penikatan kinerjado sen, untuk teri dalam program tinggi tersebut, masuk ke dalam, program strategis yang berpindik? Ya, ya, ya. Ini selalu mendorong, supaya, oh, apa, kalau, peningkakan, kejadian dosen, itu teri darah, harus diraksanakan, karena balik lagi, untuk kesejah terhadap masing-masing. Biasanya, untuk, apa, program itu, lebih konsernya itu, ke satu tahun, atau memang sudah, saat ini, gitu, jangka panjang itu, mesta di jelaskan. Kau itu yang, saya kurang tau ya, karena, itu mungkin, mutuh yang tau, itu seperti apa, tapi, dari, atas sendiri, itu dari, apa namanya, oh, apa, wadir akademik, ya, selalu mengingatkan saya, mengundain dari mutuh, ya, nggak, sesara formal sih, di grup atau lagi rapat, tapi, selalu mengingatkan, supaya, dosen-dosen itu, teri darah, harus jalan. Betih, isalnya target BKDnya, setiap semester itu, udah, udah ter program ya. Sudah terpunggampang sih, harus, karena, baik-lagi, meyikuti perhaturan, kalau nggak lakor, kena tegur, ya, nah, kok misalnya menurut bapa nih, direktor itu, lebih penting dari, program-program yang direktor ambil itu, tujuannya, gimana, untuk memastikan semua pihak pun dapatkan, manfaat atau teguntungan, atau posesuayan ideologi atau prinsiknya, atau justru, lebih mengikuti, atau orang yang berlaku di pemerintah atau kubijapan yang ada. Kalau ini saya nggak ngerti. Jadi ada, jadi, apakah, yang menjadi proritas itu, dari kejuannya, direktor dalam mengambil, misalnya, ini penyalos sayang, BKD kan, F-sumodosian harus itu. Itu, karena untuk, kepentingan bersama, atau lebih kebada, oh, harus ini karena, prinsiknya harus seperti itu, atau memang, ini memang, aturannya pemerintah, adalah kanain gitu. Karena, karena peraturan sih, karena peraturannya, karena, peraturannya sudah ada, yang pertama, dan, ya, benar, semua peraturan, dan di peraturannya, itu sudah jelaskan, manfaat-manfaatnya. Jadi, ya, itu ada rewardnya, manis mengi apa, hanya, direktor, menjalankan itu, kira-kira seperti itu. Jadi, ini kesimpulan sih, jadi, orientasi, atau fokus direktor dalam mengambil keputusan, melikatan, kira-kira, jadi itu, kan, tadi, apakah fokus pada standard procedure, atau fokus pada hasilnya, harus terinci, semua menyeluruh, atau lebih ke pada strategi, itu fisi-misinya harus, tercapai, atau memang kepentingan, orang banyak gitu. Ini pendapat, apa yang ada? Ya, pendapat, tapi dari, menilai direktor. Menurut, apa ini direktor, lebih contoh, kemana sih, gitu? Standar, mutusi, Bandar, kursus, yang, dari yang saya, alami selama ini, jadi, kalau, kalau direktor itu, bertindak, gitu ya, mau pun, mau pun beraksi, gitu, itu harus melihat, peraturannya seperti itu. Ya, terus, kalau nggak ada di peraturannya, kok bisa ada tiba-tiba mencoba masa ini, ya, jadi, jadi, standarnya harus ada dulu, gitu ya, karena itu, yang pertama, untuk melindungi, dari, kita, melindungi itu, ya, kalau ada masalah, kan, kalau prosesudurnya sudah dijalankan, kan, berarti kan, aman, gitu ya. Minta, misalnya, prosesudurnya belum ada, terus belum dibuat, gitu ya. Jadi, oh, saya kira, dari direktor sini itu, seperti itu. Hanya itu tadi sih, apa, nggak yakin pemimpianannya kan, lebih konservatif, karena, umurnya, gitu ya, beda, kalau misalnya, umurnya seperti ibu, gitu ya, kan, generasinya, udah beda lagi, gitu ya, udah pahal mencepa emologi, udah, bisa mencari, informasi, dengan cepat, menjadi citri sini, kamu cuma ada terlihat sisi barung, kan, berarti, yang.- 오디�� LAURA, ya, kan gue lagi, ini paper mencari, holderan di hunter han書 dari tuh copying art eben dari rent wasoul, yang averaging terhadap yang disgu, direktor mengerima sesuatu yang Terlihatnya berkat前e. Tapi yang pakai seperti apa, yang secara luar, luar yang ga jelas, ya, ya, terus, tingkat oleh rent, di dalam terus terhadap sesuatu kegiatan, atau yang ga jelas tersebut itu, gimana? Dan dari maksudnya, pokoknya ga jelas, berarti lagi, kalau misalnya di swasta itu, khutungannya buat kita apa? Kalau misalnya menguntukkan buat kita, kemudian, analisis kurang, ditanya lagi, kita ya, menyahai aturan, apa ga? Ini, itu, banyak, banyak pas, masalah, misalnya semuanya sama apa? Tapi, misalnya, ngerima, kalau misalnya, misalnya suatu program, tapi yang belum jelas, belum pas itu, biasanya ngerima, atau langsung ditolak, ga, ga, mungkin langsung ditolak, jadi ditanya dulu, jadi, karena, ya, jamin yang pasti hati, seperti, biar bisa memahami itu, direktor banyak dulu, ini seperti apa? pokoknya, bikin saya paham dulu, gitu kan, habis itu, kalau misalnya, yang boleh sedikit paham, pun, apa? gitu kan, terus, mau dian, entah, langsung ditanya, atau ga, itu melanggar pelaturan, atau ga, saya kira, seperti itu, di dalam mengambil keputusan di, pertimbangannya memang, bener-bener, harus jelas terupur, ya. Kita di, maksudnya, harus jelas manfaatnya, terus, apa, harus sesuai proses dulu, itu memang, bener-bener jadi patokannya, direktor, ya. ya, sudah jelas, karena, apa namanya, hasilnya harus ada, tinggal, bukti kongret, entah itu, orang, ah itu, tapi yang paling penting itu manfaat, kalau misalnya ga ada manfaatnya, bagi kami, entah itu, secara langsung, kalau secara langsung, sudah jelas, sudah jelas pupa, materia, kalau tidak langsung, misalnya, promosi, ya, itu secara tidak langsung, itu bisa, jadi, ah, secara itu jelas, terukur ya, kalau misalnya, ada yang program-program-program, yang ga panjang nih, misalnya, ternyata kalau, ini kita ngobrol aja ya, kalau misalnya, ah, IT ya, ya, karena kan, nusasasinya besar, dan gitu kan, hasilnya, kurang langsung, misalnya, lihat manfaatnya, gitu, terus, ah, jang, jangan panjanglah isir aja, itu, biasanya lama ga sih, atau perlu pertimbangan, pertimbangan lagi, gagal, ya, gitu. Kalau kayak gitu, uuh, direkter, harus tahu, uh, fungsi, fungsinya, ketika, melaksan-han program itu, misalnya, ah, uh, CBT, mahatuh, ah, ya, ah, guna, harus paham bahwa, ah, yang akan kita dapatkan, itu nantungannya seperti apa, terus, um, ah, um, apa namanya, break even pointnya, ya, terus, kalau bisa bahkan di bikin program-programnya, salah dalam setiap tahun, CBT-nya harus berapa kali supaya, bisa, harus kayak gitu, ya, kan, ah, suasa kan mikirnya kan, untungannya, dan itu, saya sebagai orang, nantungannya, ada dari gitu, sama-sama saja, dan, kita semua disini kan digajinya kan, dari situ, ya, dia harus hidup untuk, di, ringci, sampe ringci, nah itu tadi, biaya itu harus balik, bentuknya, balik, uang, bentukannya, tapi, memang-mangat, tapi kan, apanya harus ada, um, ah, apa namanya, perhitungan-perhitungan yang banggan, break even pointnya, apaan? Tidak, break even pointnya, harus biasanya, dia harus tau, nah, ah, tadi ya, kalau misalnya, dilihat dari, kan, mana waktu-foto lain yang direktur, anggap lebih tepat, apakah harus jelas, namun disetai pendalaman, terhadap gambaran, melalui proses analisi, ya, tadi ya, berarti, kalau analisi kan, kalau break even pointnya, soat-soat anak, soat analisi, ya, yang boleh, jadi, tak pasti di, di jalan kan, kan, bagaimana, yang dininkan, harus belum pernah dilaksanakan, jadi, sesuatu yang belum dilaksanakan, tapi, kira-kira, ah, pak filinnya ni, oke ni, gitu, oke, ASEC gitu, atau memang, benar-benar, memang harus, ada analisanya tepat, eh, berarti, itu berarti tugasnya, yang memberi programnya itu, misalnya IT, atau, or siapa, yang bisa menyakinkan, direktor, karena, eh, ya, balik lagi, direktor itu kan, enggak, manusia, enggak, semua ilmu dia paham, gitu ya, lagu-lagu itu, o, manusiawi, ya, ya, balik lagi ke, kiyakinan si, yang, yang initiatornya, initiatornya, bukan, undirektur kan, initiatornya adalah, eh, kami-kami ini, itu misalnya, wadir, eh, terus wadir satu, wadir dua, yang menyakinkan, direktor bahwa, kalau ini nggak dijalankan, ini seperti ini lo, kalau tidak dijalankan, atau seperti ini lo, kalau dijalankan, manfaatnya ini lo, jadi, memang harus dikasih pilihan, gitu, dan balik lagi, kalau misalnya ketutusannya, tidak soalnya, dengan seperti yang kita ingin, waktu berikutnya, kita juga nanti, gitu, kan, oh, ini seperti ini lo, gitu, kan, ya, saya kira sih, seperti itu ya, kalau misalnya, kalau kita yakin, itu, harus kita laksan, nanya, kita, cobalangi, gitu, ya, jadi, seperti itu, apa khususnya? ya, nah, sekarang kemanyi, atau gimana di pak? nganjur, masak teruntih, bukan nanya? oh, dulu gitu, ya, hajar dan seneng, nah, terkait sama indikator, melibakkan orang lain, atau sarang pihak, lain, di mana? apa khususnya, dalam mengandung keputusan, untuk meningkatkan kina-jabosan tersebut, direktor melibakkan pihak lain, pas di dalam, di jelas, di, jika melibakkan, siapa aja? tak perlu di, oh, sini oleh dia senya, bahkan saya, kadang, tidak dikitan, ini urutup berarti yang di sini, ini, kaprodi kebijanan, kaprodi, itu berbeda ibu, bahwa dia satu, ada dua, naksus doangan, natu, mereka akan berambut dulu, baru kalau misalnya udah oke di sini, saya ipangnya, oh, gitu, untuk memastikan, ya, jadi, ya, apa? oh, ini dalam hak keputusan umumnya, ya, ya, karena, terbuka penikatan kina-jabosan, betul? ya, karena, karena, beliau beliau ini yang berpengalaman, kalau saya kan membawa, pengalaman saya praktisinya saja, kalau misalnya di dunia, akan ada misi, yang administrasinya bejiburnya, saya nanti, jadi, tadi dulu, terus ya, terus, ini, beritahu, terus, program yang khasilkan, biasanya apa sama ya, sama yang sebelum-sulung ya, ya? ya, programnya tadi, balik lagi, lu tergantung dari kurifulumnya, terutuhannya, seperti apa, kita yang mengajukan. Sekarang waktu yang dibutuhkan, yang berpengalaman, apa, jika liat-jeng, biasanya itu, apa, direktor untuk mengambil keputusan itu, butuh waktu berapa lama sih? tergantung, kurifulumnya, sih, bahkan, seharikun, bahkan berapa jantung, ya? ini kalau misalnya ada khasil, tapi, kalau misalnya, program-programnya sendiri, kalau misalnya, programnya bisa tadi, bekadi untuk mendukung, bekadi, ya, terbit gitu loh, itu biasanya, kalau program yang sudah harusnya lagi, ada, biasanya, balik lagi, kitanya, ngagain programnya itu, biasanya, saya tahu, kalau kebedaannya, seproces rapatnya, itu kan, maksudnya sudah termasa, ini, ini, ini, kalau pro di saya, berarti, ada program yang satu bulan, ada yang, misalnya, program yang satu bulan itu, ya, jadi ada satu acara, kalau misalnya, jangka pendek, satu sampai 12 bulan, ada itu, program, misalnya, PKN, al semester itu kan, harus di awal semester, gitu kan, sama, PKN-nya di mana, itu kan, harus di awal, ketika itu, jangka pendek, kalau, dia mengalami anemia, nanti itu yang, kalau penengang, itu lagi, yang apa yang, karena, jadi, untuk where, apa, kalau di BNR sendiri, apa di rumah, kan, seturangnya kan, semanganya, ini, sepro di, itu kan, itu kan wajib, itu kan, itu kan, harus di, kan, kan, beda-beda ya, kalau, apa, mungkin, karena, kita kan baru, jadi, belum, banyak, jadi, tapi, kalau itu, saya pakai, tadi, program jangka pendek, PKN-L itu, pengambilannya, bisa cepat ya, bisa, ada PKN di sini, programnya, mana aja, pengajuan, itu orang dari satu bulan, misalnya, apa, dengan, kalau misalnya, data, dan penilasannya jelas, nggak, revisi bulat balik sih, jual ri, bisa, itu, itu, cepat ya, pokoknya, nggak, ya, ya, gitu ya, jalan, kalau sudah ada, programnya sih, kan, nah, terdait pendala, di pasti pendala, kan ada ya, Pak, kita kalau pakai, tiga sih, jadi, yang bisa dihadap pendelisisi sempen daya manusia, untuk, pemambilan, keputusan yang mirator, itu, dan, dan, itu, kalau, untuk memingkatkan, mungkin ada jadursan, toko qualisikasinya, toko jumlah, itu, kok potensinya, itu, kalau, kalau, itu, itu, quantitas, kita panikasi, betul, kalau, itu, itu, itu, itu, itu, itu, itu, itu, itu, itu, itu, kalau, kalau, itu, itu, itu, apa ya, mungkin, belum, kita disini, mungkin, belum bisa mengatur, jatual, programnya, mungkin, dari sisi, manusia komunikasi, itu, ada, bentuk itu, misalnya, program dari Ben, air sendiri, ada program yang jalankan di Ben, air, dan lebih jalan, ada yang, harus dikerjakan barang-barang, misalnya, barang-barang itu, PKL, PKL itu, kan waktunya, antara, beresamaan, karena, kami bikin kepanidian, kepanidian itu, kalau, kalau, kita komunikasikan dulu, dipanipun, itu, kita harus nubah lagi, saling itu siap, apa itu, apa itu, apa itu, kalau, berarti, lebih ke, apa ya, benar-benar, penataan dari, kegiatannya itu ya, apa komunikasi, komunikasi ya, tapi, dari sisi kuantin, tasnya jumlahnya, misalnya, kalau misalnya, komunikasnya, kurang, banyak itu, bisa jalan aja kan, itu. Personalnya. Personalnya kurang, karena, dia-jalan yang lebih terlibat, yang lainnya, waktu yang ada, tapi, dari, saya, saya lalu lagi-lalu lagi, ya, ya, memang, kalau, ini itu, kamen ya, bikin kepanidian, saya lagi, saya lagi, dan, ya, itu tadi makanya, asal, asal jatuhannya, itu, kena tor, ya, satu-satu, jadi ya, itu, bisa, itu, jadi, itu, di bilang kendala, udah jadi rasa umum, jadi, ya, saya gira sama, ya, di mana-mana, ya, gitu. Percuali, kalau misalnya, kampusnya, kampus, kebede, gitu kan, gitu. Jadi, kalau misalnya sendiri, ada kendala, ya, ya, tapi, nama, kena masih ada di asalkan, kan? bisa, dia bilang kendala, karena, memang kan, kalau misalnya, kalau mau, mau ngancukan, itu kan, dia asasi saya, apa nggak, ya kan, ternyata, jadi, so far so good, kan, saya, kan, misalnya, saya, ya, realistis, ya, kalau misalnya, masih suasanya, sudah sebanyak kebedaanan, gitu kan, keada di asasi asasi saya, boleh saya, mengelu, itu, jadi, so far so good, kan, kalau dari sisi keuangan sendiri, gimana? pendapatan baju saya, ya, sama, di Alhamdulillah saja, gitu. Jadi, ga ada kendala, so far so good, aja. Ada masalah, ya. Badi kita tadi ini kalau misalnya, dari sisi komunikasi ya, komunikasi atau puan-tikasi dari, kita bagiat kendalanya, ini lah, toh solusi apa saja sih, yang biasanya di ada masalah apa pun aja lah ya, kan, karena kan tadi ga sebesifikan, ada terjadi kendala gitu. Termasa lah, ada itu biasanya solusinya, gimana? Kalau pendala, tadi yang sol terutama, sebenarnya kan biasanya, di korbinasi komunikasi itu arah ksdm lah ya. Solusinya itu, jadi itu tadi, kalau misalnya pas bandrock perbaiki komunikasi di jatuh-ulang, di atur ulang, terus, apa lagi itu? Dia komunikasi perbaiki, jadi kelas solusinya. Ada, jadi ada skala prioritasnya, gitu ya, biasanya jadi pertimbangan, gitu, skala prioritas, yang paling penting, yang mana dulu dahulu, kan, jadi masih, bisa di, apa, oper main itu ya. Orangnya, orangnya, orangnya, oh, tadi masih sedikit, tapi kalau itu prioritas, masih di ya. Ya, ke flexibilitasnya, ya, jadi, kita ga boleh kakup aku, sama itu, dengan opernya yang kondisi kita yang ada, semuanya harus bisa di, yang bisa di, negocia sikan, semuanya bisa di komunikasi kan, dan harus ada solusinya, ya, untuk bisa kita biar, kan, kan, kan, kan, kan, kan, kan, kan, kan, kan, kan, kan, kan, kan, kan,