[ Mini Kiebo ]
Server: Windows NT DESKTOP-5B8S0D4 6.2 build 9200 (Windows 8 Professional Edition) i586
Path:
D:
/
Download
/
[
Home
]
File: wawancara kaprodi K3.txt
Wabudaris. Daris. Pada diserpasi lain ini, saya tuh ngambil dudul mengenai jaya keputungan-keputusannya pimpinan direktor kan, kalau disini, tujuhnya untuk meningkatkan tinggal jadusnya itu gimana, gitu kan, karena tadi seperti dinamika perubahan itu kan gitu cepatkan. Semitarah pimpinan itu tuh ngeikuti dinamitai, atau memang sesuai standar proses diraja, gitu. Atau yang mengalir aja seperti apa, ngalus lebih air gitu loh. Papung itu ya udah lebih kutin aja, gitu. Indiknya ke sama sih udah, tapi ada 4 indikator yang harus terjabarkan untuk mendukung sebenarnya kalau pimpinan disini tuh suka diapa gitu loh Pak. Salah satunya itu adalah cara melalui informasi, terus ada tujuhannya dari kengambilannya, sesuai itu tuh seperti apa, gitu. Apa ya? Oh ya disini ya? Iya, saya ya. Terus toleransi terhadap tuatu yang ga jelas itu di terima pangga, gitu. Terus melibatkan orang lain atau ga sih, gitu. Terus pendala dan solusinya apa. Itu ya. Atau cepet aja kak apa-apa sih. Jadi langsung aja, boleh ya. Tapi untuk cara mengelola informasi itu, biasanya direkut dalam mengambil keputusan itu lebih ke arman, apakah berbasis aturan dan pengalaman, atau basis data dan analista, atau membutuhkan informasi yang banyak, yang luar sering katif, gitu. Terus, atau hanya informasi dari orang lain, orang yang penting, gitu. Kira-kira gimana? Ini ya. Ini ya. Ini yang patin ya. Terup di ke arah yang marah sih. Ini ya, ini indik, ya? Baik sebelumnya. Bagaimana? Sudah lebih dikat saya disuangkan. Harapun saya, sebenarnya saya disini itu layak atau tidak, saya penangkam, nanti mungkin yang gue yang bisa menyimpokkan, karena saya baru berbagung satu lelangkan. Satu ya, ketemu pimpinan kan? Ketemu pimpinan kan? Sebenarnya satu. Ketemu pimpinan saya disitu bulan ini. Jadi saya bener-bener bicara, ternyata bulan ini. Jadi kalau kamu selama, mungkin saya yang membutuhkan, beribahnya tempatan sekarang. Selama satu bulan ini, saya paling tenter, tapi lebih banyak konsolkasi terperihap kurupulung. Perihap apa namanya itu, yang saya disikolan bulan dengan pimpinan, lebih banyak itu. Sepengah laman saya, setiap gambar diskusiti yang diawau, beliau itu lebih ke arah supanya itu disebut pengah laman, contoh kesananya. Tapi tidak memungkiri, ibu juga, saya budaknya, harapannya itu berbasiskan. Seperti contoh, ibu buderetur, harapannya itu masih soal itu. Patinya, banyak itu yang lebih, gitu kan. Saya juga, saya juga, banyak itu yang lebih, ada yang diharapkan, sesuai dengan pengalaman. Semuanya ada harapan itu, dimana masih soal itu, dari taham ketaham itu beningkan. Ada hal itu, ada hal itu, ada hal itu, ada hal itu, ada hal itu, ada hal itu, ada hal itu, ada hal itu, ada hal itu, pas kan. Apa mahsi soal itu, pun muita hal. Seperti, harapan orang ibu dikiriskan. Jadi colloh itu yang lebih adjuste. Ada hal itu, jadi kalau dari 데�ah layar ini, kalau saya tangkap dari mendah Buddha, APPLAUSE, dari selimah tahun sebelumnya, yang terkena melakasasi, dengan menunggu pengalaman itu gini-gini-gini. Jadi harapannya, ke depan itu, ini, ini, hingga kaputusan beliau untuk menentukan suatu prograng, suatu burukulun yang nanti itu, bisa disajakan dengan atau lebih baik, mungkin dari pengalaman atau sebelum atau sebelumnya, pertama, pernah dengan pelayan kepada sesuatu yang kemudian apalanya, peteribatan masiswa dalam praktik umu, kemudian, ketarikan masiswa terhadap bidang tersebut. Sehingga, masiswa tersebut. Pesan, nanti dari Buddha, nanti saya, kepahalanan. Pibulannya, saya, saya, saya, saya, saya, saya, saya, saya, saya, dari degar nya. saya, ibu χ womani, ивal namanya itu di tahun 2010 berapa siapa abis itu ini ama itu kamu bisa menggunakan untuk keputusan dari disat tidak dari detik yang kebrekat, mungkin berlalu lebih karena pengalaman di gilana, pengalaman itu yang mungkin itu buat keputusan yang tidak bisa kenapa ketika tidak bisa mengenai itu, tidakkan perubas itu bisa kebingungan, mungkin kalau di sekalakan lebih besar, pengalaman di gilana, di gilana, di gilana, di politenik, tapi karena pengalaman di gilana, di beberapa jurosan pertama di kebidangan, karena tidak terlapin di atik jasanya, mungkin tidak, sampai kenapa bisa ketika tidak untuk sepatu, untuk menjadi biar saya. Tapi konsennya untuk pandar terus dunia, tetap harus jadi jasar? Ya untuk diusah saya, ya pada dasarnya, karena korikulung saya itu harus ada basiknya itu langsung, karena tidak kerja, tapi kalau yang belum kerja, ada SMA, SMA, pengalaman itu SMA, itu mungkin di angkat itu, itu terus dari awal, dia mereka tuh tertarik sebenarnya itu apa sih, yang menjagi, apa sih ke depan itu, untuk menurut mereka itu, jujurnya itu, kadiannya gak pengen sih, karena pada dasarnya mereka, ketika saya kuliah, harapannya adalah bakar saja, sesuai dengan bidangnya, karena sebutuh kan untuk, sudah kuliah, menghabiskan waktu selama 4 tahun, tapi saya misalkan kok, bakar jahanya, misalkan bukan di bagian tersebut, kenal itu yang banyak terjadi, karena kebutuhan itu kan, nah itu, yang bisa diharapkan dari para jalan masis itu, bisa yang berdasar dari pertama kali itu, kembali sebenarnya, ketiga itu perjalanan apa sih, kemudian, kereka di pasar, pekerja di perusahaan itu, gak di bidang apa, gitu karena, karena kan di perusahaan itu, akhirnya itu seru, ternyek misil, gitu kan, lebih rada, gitu kan, bagaimana, bagaimana, ketiga itu di bagian mana, dan mempelajari apa, nah itu yang berharapkan, karena saya itu, karena itu, kamu tuh nanti, bekal kamu, gitu kan, kebarangan misalkan yang, gitu kan, agar, nanti kamu di bagian, ini, bener-bener bagian, ASL, setengah mesin, kamu di bidang itu, gitu, kemudian, para metri apa, kemudian, tindakan dilakukan apa, kemudian, ketika ada penjadian, kalap orang yang seperti apa, itu yang, yang berbeda dengan jusan lain, jusan kita, berbeda dengan jusan terikmasi, itu kan, terakhirnya, itu kan, kesendusri, atau apa, itu, kita logok ke satu bagian, itu, bagian, keselamatan, keselamatan, kejah, sama itu, gitu. Jadi itu kan, misalnya untuk, orang yang tersebut, atau fokus, dan yang benar-benar keputusannya itu, dia saya, untuk, kalau jangka pendid ya, tapi jangka pendid, untuk direktor, ya, direktor yang sendiri, gitu, kok k Lilly readله di mana? orang yang rasa torque fokus daram memangnya, keputusan, kok kulo saya nilai videodu putuh, berbeda emang lebih... keretian, Garam, l Million wow, dah lama, orang memang berikan, ralihkan salusi mengeritialı mengarahkan, sesuatu dengan harapan critical, tapi, kita pun, ia kita harus migrte, !) kurikulung. atau ketemu, kurikaturan dari seriti, itu, yang kita buat, artinya, kita buat, terima beliau, kaya lamaan seperti A, tapi, kita pun melihatnya, sebagainya, terperaperasatin, berbeda, kita buat, pengertian, terbuka, pengertian ini, yang, yang, yang, yang, yang, yang, yang, yang, yang, yang, yang, yang, yang, yang, yang, yang, yang, yang, yang, yang, yang, saya masih menggali informasi kita sebut, di satu dah, takut saya juga menjanjikan, itu terlalu sesengat itu tidak. Karena, karena bagaimana pun, ya kita kota, aturan pemerintah, tapi kita pun harapan kita pun, keinginan bunda juga, terlaksana. Tidak, itu harapannya seperti itu. Jadi, jadi kita, apapun kita pelarang, tapi, kita membuat pengepian, nanti yang membuat, yang membuat bunda itu pun, kita akan membuat retur, sebuah itu atau seperti ini, kalau, saya nggak menjamin, ini, saya belum menjamin, ini bisa atau tidak, kita lihat, menabudan, pada penyataan itu, bisa terhasilkan sebutnya. Nanti, kalau misalnya ditanya, apapun programnya, saya buat aja ya. Oke. Kalau misalnya, kalau kita tinggal ini, bahkan, tolerasi terhadap sesuatu yang, ambi gue masuk ke yang, nggak pasti itu. Jadi, karena setiap pengandulan keputusan, itu kan, belum jelas nih, dan maknya kayak apa, kalau misalnya, ketadi, di aturannya, ini, belum pasti masih, masih abu-abu ini. Dia, itu bunda nerima nggak sih. Jadi gitu. harus udah pasti dulu, apa, di pastiin, baru nanti, yang mendukung itu, guna nerima nggak, sesuatu yang, nggak pasti itu, jadi, dan saranya, mengambil keputusan gitu. Ada kalau orang, menurut silingnya, oke gitu kan, atau, saya harus jelas dulu, saya nggak mau, yang masih abu-abu, tapi saya nggak ada yang, kayak gitu tuh, apa, apa, hajirisme saya itu kan, lebih naik. Bunda tuh bisa, sekarang mana gitu? Kalau, kalau orang di gue ya, keputusannya, jadi, sem, terbiasanya, yang saya ada karpali, posol dengan karpali itu, beliau itu, ketika ada kalimak ambilku, atau pernyataan yang, yang ada keputusan itu, amikut, informasi yang, bitteri-mai itu, itu, biasanya, beliau, mau cari, sendiri, empah masing, tesebut, ya, misalkan seperti contoh. Saya tidak paham, kayak inginan, beliau, tapi, beliau, mencoba mengambilkan, orang lain, ini, ini, ini, ini, ini, itu, itu, memang tidak ada di sini ini, ni, dimaapun, itu kan berlogin, tersebutnya, iba mobil oleh orang yang, gue-keluar, bagaimana ini好像. Jung kecigit, memang, diiniz hy masa, karena, bahkan역, yang, itu kan, tapi, ini adalah listiskan. Tapi, tidak langsung ditolak, masalahnya, maksudnya, misalnya, misalnya, misalnya, itu yang, yang menjadi, pertimbangan, maksudnya, di awal, itu. salah itu, mendirakan, bata, ada ala takumini, itu, kamu sebuah, mendelaskan, kita sebuah, kami melaskan, ada ala, itu sebuah, kita lihat, semua lebih, lebih mencoba, bisa gak, bisa gak ditikannya. Belum, belum bisa gak, tidak mengambil bisa atau, tidak. Tapi, saya mencoba, muda-mudahan, misalnya, dalam mengambil keputusan, pasti, melibatkan orang lain, tidak, tidak selalu, atau selalu, ya, jadi, ibu, ibu biasanya, tersebutnya, saya mengubuhkan, ibu, itu, ibu pasti mengubuhnya, adir atau, yang lain, yang berkaya pandangan, yang dibahas, biasanya, pertimbangan dari sana, karena, karena, saya baru, ini, ini, jadi, mungkin, perlu, ada pengarahan, lebih, pertama, ketika, saya, saya, saya, tidak tahu, tapi, di lebatkan masalah seperti ini, mungkin, ibu, tahu, yang lain, untuk mengengkapi, apa, apa, tapi, saya, pas ngasih, sarah, atau datang, okey, gitu, masa lama, okey, gitu, masanya, ada keputusan yang, ini, langsung gitu, keputusan yang, misu, apa, keputusan yang, misu, apa, apa, misalnya, korikulinya, sekarang, misalnya, belum, adirnya, nih, okey, salah segera, itu, tadi, gama, berapa? sesi ini, peman peman, ba dchikan få saya lah barusan kena discok ya tak meng slash yang kena tiring ni dekat desek based ya mới tak ada deplaka passar tak biasa waktu yang dibutuhkan kenapa berapa-ngapun oni agak sausage atas après nikm운 thế kesama ke mana-倄 itu bisa mundam berencana kan itu udah kita fokus dulu pada yang satu bulan ini di tengah necana bulanan atau udah langsung terfikirakan yang sampai satu tahun atau mungkin mematahun gitu jadi saya sedang sebulan ini gimana programnya program kolom sebulan ini sebulan sebulnya saya ga tinggalkan ini kalau bisa mecapa untuk mengingar kan sih jadi untuk kuput-kuput sempat sebut biasanya kalau saya kreatikan cepat cepat jadi sebulan itu beliau sudah terjadi hari ini misalkan tuang dah tergadolnya kita bangkawas tuyata dia menayang balik apa hari gimana bisa tidak datanya mana gitu kan tu yang masih jadi beliau itu kuput-kuput itu lebih ke arah yang terjadi pertimbangannya pasti berapa datang kemudian keputusan itu masih apa namanya dia usahkan dulu bisa itu tidak tapi kalau kamu tidak bisa dia jangan dilapkan sempat itu ya kalau saya kendala kendala itu kendala dari sisi SDN keuangan sarang-napa sarang-napa yang dilasakan gimana ini kendala saya kendala jadi kalau saya mengambil keputusan di kan tidak di asesiat atau di asesiat suatu program itu apa sih yang bisa di jadi pertimbangannya jadi kendanannya untuk kayaknya tidak harus dilasakan atau saya harus kayak gitu itu apa dari CTFBM sarang-napa saya belum belum saya belum belum teralo pertimbangan beringungan beliau saya belum melihat apa ini suatu kendala tapi tapi dikomongan ini kalau kendala itu setelah komevasi ada keputusan di situ boleh memberitainkan dari kena bisa tergangberkan sarang-napa sarang-napa psisi keuangan itu keuangan beliau saya belum kalau saya berbicara keuangan saya ini biasanya bedanya ini ini kebukatan berguna untuk kekuangan kekuangan berguna sekarang berguna kebukatan kalau beda-stick dengan lebih cara terlaksan soat berguna antik keramatan apa kemudian bisa nanti itu terasai kan aneh-kan kembali lagi apa mungkin ada aranya harap pembelo itu terlaksana terlaksana terlaksana terlaksana terlaksana terlaksana sih bukan jadi banyak petingan petingan beliau kalau misalnya tidak terlaksana itu memang tidak bisa tidak tidak itu apa kalau memang tidak memungkinkan itu tenternya itu kenapa pendalanya benar-benar nakhir saya menjadi kemudian apa program-programnya tidak terlaksana saya belum tahun itu kalau saya terlaksana dari yang lain kalau yang saya benar itu atau saya rasa kalau saya baru itu programnya belum berjalan tapi akan berjalan di kolom itu di depan sepatnya apa itu saya masih belum ahmini buku kalau untuk kambatannya kalau kita baru setar program seperti itu belum berjalan lebih berjalan tentang sebuahnya iya iya berjalan berjalan berjalan seperti itu biasanya harapkan beliau itu apa yang sudah ini itu apa yang sudah aneh itu yang sudah redkt itu ternyata programnya berjalan proceed lagu yang sudah apa kan kan kan bisa kedai 去 nggak kembali di nanti baik-baik-baik baik-baik tapi nanti di pisahkan nggak aku yang antara yang kalau baru